Ketika
hujan, dan rindu telah akar
Sepi
mengiris, rambut basah sedikit-sedikit
Ingatan
bergerak kesuatu tempat dan waktu yang jauh
Kemudian
akhirnya kesepian yang hanya melilit
Ketika
hujan, nyanyian piano
Dan tangan
tangan yang bergerak mencengkram bunga-bunga liar
Masa lalu
dan ingatan yang terbungkus rapi
Ketika
hujan telah bertumpuk dimuka, hujan-hujan bertelur dikeningku bercampur perih.
Seperih
diiris kaki-kaki pinus
Ketika
hujan, tak juga pulang
Saat
bunga-bunga senyummu telah menjadi melankolis di setiap asap
rokok dan
secangkir kopi panas dalam imajinasi khayal.
Yang
buana, yang kering, dan yang paling kering dari ingatanmu.
Aku juga
tak mau sadar dan pulang
Ketika
hujan, aku tak juga pulas
Million-million
deru, ditabuh bocah-bocah gerimis
Dan aku
hanya lahirkan bayi-bayi keluh di bibirmu
Setiap ada
waktu, yang aku ingin hanya tidur, dan tidur didadamu sepanjang waktu.
Walau aku
akan berlawan hujan
Tapi aku
terus tak ingin pulang dan juga sadar
Kalau kamu
telah menjadi punya orang
Ketika hujan,
aku tak juga bakar kenang
Meski
beku, meski serang dingin
Meski
kosong, dan selalu saja kesepian -
* Mkd Aan's
2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar