Suatu hari Rosululloh melihat putri kesayangannya,
Fatimah Az Zahra sedang mengiling gandum dengan alat penggiling yang sedang ia
putar-putar dengan tangannya yang semakin lusuh karena lamanya ia menggiling
bulir-bulir syair hingga jadi lembut, sembari itu terjadi, tampak ia menangis
tersedu dengan linangan air mata yang bercucur dari bening pipinya, tak lama
Rosululloh datang menghampiri putri kesayangannya itu, tak lama ia meminta pada
ayahhandanya agar suaminya mencarikan jariah yang dapat membantunya dalam
melakukan pekerjaaan dapur. namun kala itu Rosululloh segera berkata lebut pada
putrinya yang sedang dirundung gelisah itu,''Rasulullah SAW bersabda kepada
anandanya,
"Ya Fathimah! perempuan mana yang
berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya maka Allah SWT
menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit.
Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyaki
rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian mereka maka
Allah SWT akan mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan
kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang
bertelanjang,
Ya Fathimah, perempuan mana yang
meminyak-kan rambut suaminya dan janggutnya dan memotongkan kumisnya serta
menggunting kukunya maka Allah SWT akan memberinya minuman dari sungai-sungai
sorga dan Allah SWT akan meringankan sakarotulmaut-nya, dan akan didapatinya
kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman sorga seta Allah SWT akan
menyelamatkannya dari api neraka dan selamatlah ia melintas di atas titian
Shirat, dan apabila, seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya maka
beristighfarlah para malaikat untuknya dan Allah SWT akan mencatatkan baginya
tiap-tiap hari seribu kebaikan dan menghapuskan darinya seribu kejahatan.
Apabila ia mulai sakit hendak melahirkan, maka Allah SWT mencatatkan untuknya
pahala orang-orang yang berjihad pada jalan Allah yakni berperang sabil.
Apabila ia melahirkan anak maka keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti
keadaannya pada hari ibunya melahirkannya dan apabila ia meninggal tiadalah ia
meninggalkan dunia ini dalam keadaan berdosa sedikitpun, dan akan didapatinya
kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman sorga, dan Allah SWT akan
mengkaruniakannya pahala seribu haji dan seribu umrah serta beristighfarlah
untuknya seribu malaikat hingga hari kiamat. Subhanalloh…..
mendengar
perkataan Rosululloh tersebut, maka Fatimah hati menjadi lapang, wajahnya tak
pernah lagi basah dengan linangan air mata karena capai, Ia pun semakin
menyerahkan jiwa dan raganya untuk biduk rumah tangga yang sedang diarunginya.
Mengingat kata perempuan, maka seketika kita akan tertuju
pada sesosok makhluk polos, bertutur kata penuh dengan kelembutan serasa aliran
yang senantiasa mengalirkan sirat-sirat semangat pada nadi-nadi yang kian
penat. Inilah sisi yang tak akan pernah lepas dri kata perempuan, dengan
kelembutan dan semangat yang terpancar dari wajahnya ia akan senantiasa
terpanggil untuk berperangai semampai bak mawar yang senantiasa menyemburkan
aroma harum disetiap hari sepanjang musim. Itu pula sebabnya ketika Nabi Adam
AS berada disurga merasa kan kesepian Alloh SWT menciptakan sosok siti Hawa
untuk menemani kesepiannya dalam surga sebagai sosok yang selalu menjadi
penyemangat ketika penat, jadi obat kala badan rasa tak sehat, serta menjadi
penghibur dalam semangat yang kian luntur.
Selain itu beberapa pengagalan sejarah tak akan pernah
melupakan peran perempuan dalam kehidupan berkeluarga yang telah menorehkan
berbagai tinta-tinta dalam kilas sejarah dunia ini. Tak banyak diketahui bahwa
dunia ini tak akan pernah melupakan pengaruhnya dalam hikayat bahkan dalam
revolusi terbesar yang dicapai para pemimpin-peminmpin umat didunia. Tak
terkecuali seorang nabi yang berperan sebagai pembimbing umat kejalan Rahmat,
saat pertama kali menerima wahyu digua Hiro' dalam penyendiriannya Rosululloh ketika
sedang dirundung gelisah antara rasa takut dan gamang, maka dipangkuan siti
Khadijah lah Rosululloh mengadu, dengan selimut hangat dan kata-kata pengobat
dan pembangun diri yang diucapakan oleh
istrinya itulah hingga dirinya yakin akan risalah Alloh SWT yang diembankan
terhadap dirinya, siti Khadijah adalah orang pertama yang membangun ,
mengukuhkan, dan menanamkan keyakinan pada diri rosullloh bahwa ia memang
adalah hamba yang terpilih untuk menjalankan titah suci itu, hingga Rosulluloh
menjadi tenang dan menata diri untuk siap akan risalah besar yang nanti nya
akan mengubah peradaban dunia.
Diatanah air pun begitu tak banyak diketahui bahwa saat
perjuangan melawan penjajahan sosok perempuanlah yang menjadi penyemangat bagi
sang proklamator menjadi, selama kurang lebih dua puluh tahun, Istri kedua Ir.
Soekarno. Inggrit Ganarsihlah adalah wanita perkasa yang ada dibelakang
perjuangan Ir. Soekarno pembimbing, pendorong, pengayom seorang yang sangat
diperlukan dalam perjuangan bangsa ini, bahkan disaat saat tersulit Soekarno
ketika ia harus dijadikan tahanan dipenjara belanda di tanah merah-Edge
(Flores), bengkulu, Padang. Juga kisah, betapa terpuruknya hati Soeharto, yang
berpengaruh pada pemerintahannya saat itu ketika ia ditinggal ibu Tin, hal ini yang
menjadi nilai tambah seorang perempuan dalam perkembangan dunia.
Sementara di dimensi tata rumah tangga, maka peran istri
tak kalah penting, hingga harus dipandang remeh keberadaan nya dalam sebuah
biduk rumah tangga, disamping sebagai pendamping suami dalam menjadi penopang
serta pelengkap perjuangan seorang suami maka ia adalah sebagai :
-Seorang istri adalah induK Aktif.
Dalam rumah tangga seorang istri adalah induk yang
mengayomi kehidupan yang terjalin antara para anggota. Baik terhadap suami, anak-anak,
dan semua orang yang tersangkut paut dalam likup keluarga. Dialah yang duduk
dibarisan terdepan untuk mendorong dan selalu memberikan motifasi yang bermutu
bagi seorang suami sebagai kepala keluarga dalam keadaan senang ataupun susah,
juga sebagai pelindung yang melengkapi peran suami dalam mendidik jasmani serta
rohani anak yang baik. Maka, ia harus selalu dituntut untuk pandai dalam
mewujudkan harapan dan cita-cita yang diargumentasikan seorang suami dalam
makna terdalam sehingga ia menjadi penyemangat dalam kesusahan sekaligus
menjadi obat yang mujarab ketika lelah, penat, serta sakit yang dirasakan suami
sebagai seorang laki-laki yang selalu terkena badai permasalahan. Ia juga
sebagai seseorang yang selalu cepat tanggap dalam masalah mengayomi anak. Oleh
karena itulah dalam kaca mata islam, muslimah dalam sebuah bangunan rumah
tangga merupakan sarana yang memberi jalan terbaik bagi seorang laki-laki yang
hendak memikul jalan hidup yang penuh bimbingan dan saling melengkapi dalam
keluarga, karena dengannya kan tercipta berkah untuk saling berbagi, cinta dan
kasih sayang yang mampu menguraikan pijakan yang tepat dalam melangkah kerjalan
yang terbaik bagi dan dengan orang yang dicintai.
-Sebagai pembimbing kedua.
Dalam kehidupan rumah tangga suami dan istri adalah sosok
yang harus selalu menjadi dua sosok yang menyatu sekaligus membangun
tiang-tiang biduk rumah tangga yang sedang tergelar, karena dalam kenyataannya
seorang peran suami yang hidup dalam rumah tampa campur tangan istri adalah
pondasi yang runtuh, istri adalah pengokoh akar dari peran suami sebagai kepala
rumah tangga, dalam memecahkan masalah, memberi motifasi, memberikan sumbangan
teori yang dibutuhkan suami, serta sebagai penabur cinta disetiap saat,
terutama tatkala puing-puing masalah tengah bercokol dalam benak sang kepala
keluarga. Dalam hal ini seorang perempuan yang baik dalam kehidupan rumah
tanggan adalah sebuah ''tongkat'' bagi seorang suami. Yang akan senantiasa
mejunjukan dan membimbing dalam setiap langkah yang akan diambil seorang kepala
rumah tangga. Itu sebab nya dalam islam seorang laki-laki yang disunnahkan
menjadiakan sebuah biduk rumah tangga dalam rangka mengokohkan pendirian
seorang laki-laki yang sedang membutuhkan pembangun dirinya dalam sebuah ikatan
pernikahan. Yang
secara bergaris bawah dilihat sudah mampu dalam membina rumah tangga.
-Sebagai penyejuk dan penabur
cinta.
Selain itu, kesinambungan
hubungan baik harus sama-sama fungsional selalu terjaga. Cinta kasih adalah
faktor utama yang akan mengantarkan biduk tersebut menadi sakinah (perasaan
tenang), tujuan Cinta kasih (Mawaddah), Kasih sayang (Rahmah) yang akan
menjadikan syurga sebagai tempat kembali tergelarnya. untuk itu nilai terbaik
yang seorang istri dalam perannya bersama suami harus terpaut dalam beberapa
peran. Untuk mencapainya berangkat dari fitrah, dari rasa kasih sayang yang
saling terbentuk antara satu sama lain. Hingga ia mampu menjadi penguat
sendi-sendi rumah tangga yang rapuh, kata-katanya adalah serbuk obak mujarab
yang mampu mengembalikan timbunan semngat dalam semua anggota keluarga. Karena
memang perempuan dijadikan sebagai pendamping utamanya dalam. Dengan dirinya
hidup akan lebih berwarna, tanpanya hidup akan terasa sangat hampa, dan dengan
bersamanya ruamah tangga akan membawa dahan yang berbuah surga.
Kutiplah makna Hadis Nabi ini,
Ya
Fathimah, perempuan mana yang meminyak-kan rambut suaminya dan janggutnya dan
memotongkan kumisnya serta menggunting kukunya maka Allah SWT akan memberinya
minuman dari sungai-sungai surga dan Allah SWT akan meringankan
sakarotulmaut-nya, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari
taman-taman sorga serta Allah SWT akan menyelamatkannya dari api neraka dan
selamatlah ia melintas di atas titian Shirat".
Subhanalloh.
* Mkd Aan's
2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar