Selasa, 21 Oktober 2014

Perempuan, Penabur Cinta Dalam Rumah Tangga

Suatu hari Rosululloh melihat putri kesayangannya, Fatimah Az Zahra sedang mengiling gandum dengan alat penggiling yang sedang ia putar-putar dengan tangannya yang semakin lusuh karena lamanya ia menggiling bulir-bulir syair hingga jadi lembut, sembari itu terjadi, tampak ia menangis tersedu dengan linangan air mata yang bercucur dari bening pipinya, tak lama Rosululloh datang menghampiri putri kesayangannya itu, tak lama ia meminta pada ayahhandanya agar suaminya mencarikan jariah yang dapat membantunya dalam melakukan pekerjaaan dapur. namun kala itu Rosululloh segera berkata lebut pada putrinya yang sedang dirundung gelisah itu,''Rasulullah SAW bersabda kepada anandanya,
"Ya Fathimah! perempuan mana yang berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya maka Allah SWT menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit.
Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyaki rambut anak-anaknya dan menyisir rambut mereka dan mencuci pakaian mereka maka Allah SWT akan mencatatkan baginya ganjaran pahala orang yang memberi makan kepada seribu orang yang lapar dan memberi pakaian kepada seribu orang yang bertelanjang,
Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyak-kan rambut suaminya dan janggutnya dan memotongkan kumisnya serta menggunting kukunya maka Allah SWT akan memberinya minuman dari sungai-sungai sorga dan Allah SWT akan meringankan sakarotulmaut-nya, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman sorga seta Allah SWT akan menyelamatkannya dari api neraka dan selamatlah ia melintas di atas titian Shirat, dan apabila, seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya maka beristighfarlah para malaikat untuknya dan Allah SWT akan mencatatkan baginya tiap-tiap hari seribu kebaikan dan menghapuskan darinya seribu kejahatan. Apabila ia mulai sakit hendak melahirkan, maka Allah SWT mencatatkan untuknya pahala orang-orang yang berjihad pada jalan Allah yakni berperang sabil. Apabila ia melahirkan anak maka keluarlah ia dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ibunya melahirkannya dan apabila ia meninggal tiadalah ia meninggalkan dunia ini dalam keadaan berdosa sedikitpun, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman sorga, dan Allah SWT akan mengkaruniakannya pahala seribu haji dan seribu umrah serta beristighfarlah untuknya seribu malaikat hingga hari kiamat. Subhanalloh…..
                mendengar perkataan Rosululloh tersebut, maka Fatimah hati menjadi lapang, wajahnya tak pernah lagi basah dengan linangan air mata karena capai, Ia pun semakin menyerahkan jiwa dan raganya untuk biduk rumah tangga yang sedang diarunginya.

Mengingat kata perempuan, maka seketika kita akan tertuju pada sesosok makhluk polos, bertutur kata penuh dengan kelembutan serasa aliran yang senantiasa mengalirkan sirat-sirat semangat pada nadi-nadi yang kian penat. Inilah sisi yang tak akan pernah lepas dri kata perempuan, dengan kelembutan dan semangat yang terpancar dari wajahnya ia akan senantiasa terpanggil untuk berperangai semampai bak mawar yang senantiasa menyemburkan aroma harum disetiap hari sepanjang musim. Itu pula sebabnya ketika Nabi Adam AS berada disurga merasa kan kesepian Alloh SWT menciptakan sosok siti Hawa untuk menemani kesepiannya dalam surga sebagai sosok yang selalu menjadi penyemangat ketika penat, jadi obat kala badan rasa tak sehat, serta menjadi penghibur dalam semangat yang kian luntur.

Selain itu beberapa pengagalan sejarah tak akan pernah melupakan peran perempuan dalam kehidupan berkeluarga yang telah menorehkan berbagai tinta-tinta dalam kilas sejarah dunia ini. Tak banyak diketahui bahwa dunia ini tak akan pernah melupakan pengaruhnya dalam hikayat bahkan dalam revolusi terbesar yang dicapai para pemimpin-peminmpin umat didunia. Tak terkecuali seorang nabi yang berperan sebagai pembimbing umat kejalan Rahmat, saat pertama kali menerima wahyu digua Hiro' dalam penyendiriannya Rosululloh ketika sedang dirundung gelisah antara rasa takut dan gamang, maka dipangkuan siti Khadijah lah Rosululloh mengadu, dengan selimut hangat dan kata-kata pengobat dan pembangun diri yang diucapakan  oleh istrinya itulah hingga dirinya yakin akan risalah Alloh SWT yang diembankan terhadap dirinya, siti Khadijah adalah orang pertama yang membangun , mengukuhkan, dan menanamkan keyakinan pada diri rosullloh bahwa ia memang adalah hamba yang terpilih untuk menjalankan titah suci itu, hingga Rosulluloh menjadi tenang dan menata diri untuk siap akan risalah besar yang nanti nya akan mengubah peradaban dunia.

Diatanah air pun begitu tak banyak diketahui bahwa saat perjuangan melawan penjajahan sosok perempuanlah yang menjadi penyemangat bagi sang proklamator menjadi, selama kurang lebih dua puluh tahun, Istri kedua Ir. Soekarno. Inggrit Ganarsihlah adalah wanita perkasa yang ada dibelakang perjuangan Ir. Soekarno pembimbing, pendorong, pengayom seorang yang sangat diperlukan dalam perjuangan bangsa ini, bahkan disaat saat tersulit Soekarno ketika ia harus dijadikan tahanan dipenjara belanda di tanah merah-Edge (Flores), bengkulu, Padang. Juga kisah, betapa terpuruknya hati Soeharto, yang berpengaruh pada pemerintahannya saat itu ketika ia ditinggal ibu Tin, hal ini yang menjadi nilai tambah seorang perempuan dalam perkembangan dunia.

Sementara di dimensi tata rumah tangga, maka peran istri tak kalah penting, hingga harus dipandang remeh keberadaan nya dalam sebuah biduk rumah tangga, disamping sebagai pendamping suami dalam menjadi penopang serta pelengkap perjuangan seorang suami maka ia adalah sebagai : 

-Seorang istri adalah induK Aktif.

Dalam rumah tangga seorang istri adalah induk yang mengayomi kehidupan yang terjalin antara para anggota. Baik terhadap suami, anak-anak, dan semua orang yang tersangkut paut dalam likup keluarga. Dialah yang duduk dibarisan terdepan untuk mendorong dan selalu memberikan motifasi yang bermutu bagi seorang suami sebagai kepala keluarga dalam keadaan senang ataupun susah, juga sebagai pelindung yang melengkapi peran suami dalam mendidik jasmani serta rohani anak yang baik. Maka, ia harus selalu dituntut untuk pandai dalam mewujudkan harapan dan cita-cita yang diargumentasikan seorang suami dalam makna terdalam sehingga ia menjadi penyemangat dalam kesusahan sekaligus menjadi obat yang mujarab ketika lelah, penat, serta sakit yang dirasakan suami sebagai seorang laki-laki yang selalu terkena badai permasalahan. Ia juga sebagai seseorang yang selalu cepat tanggap dalam masalah mengayomi anak. Oleh karena itulah dalam kaca mata islam, muslimah dalam sebuah bangunan rumah tangga merupakan sarana yang memberi jalan terbaik bagi seorang laki-laki yang hendak memikul jalan hidup yang penuh bimbingan dan saling melengkapi dalam keluarga, karena dengannya kan tercipta berkah untuk saling berbagi, cinta dan kasih sayang yang mampu menguraikan pijakan yang tepat dalam melangkah kerjalan yang terbaik bagi dan dengan orang yang dicintai.

-Sebagai pembimbing kedua.

Dalam kehidupan rumah tangga suami dan istri adalah sosok yang harus selalu menjadi dua sosok yang menyatu sekaligus membangun tiang-tiang biduk rumah tangga yang sedang tergelar, karena dalam kenyataannya seorang peran suami yang hidup dalam rumah tampa campur tangan istri adalah pondasi yang runtuh, istri adalah pengokoh akar dari peran suami sebagai kepala rumah tangga, dalam memecahkan masalah, memberi motifasi, memberikan sumbangan teori yang dibutuhkan suami, serta sebagai penabur cinta disetiap saat, terutama tatkala puing-puing masalah tengah bercokol dalam benak sang kepala keluarga. Dalam hal ini seorang perempuan yang baik dalam kehidupan rumah tanggan adalah sebuah ''tongkat'' bagi seorang suami. Yang akan senantiasa mejunjukan dan membimbing dalam setiap langkah yang akan diambil seorang kepala rumah tangga. Itu sebab nya dalam islam seorang laki-laki yang disunnahkan menjadiakan sebuah biduk rumah tangga dalam rangka mengokohkan pendirian seorang laki-laki yang sedang membutuhkan pembangun dirinya dalam sebuah ikatan pernikahan. Yang secara bergaris bawah dilihat sudah mampu dalam membina rumah tangga.

      -Sebagai penyejuk dan penabur cinta.

                Selain itu, kesinambungan hubungan baik harus sama-sama fungsional selalu terjaga. Cinta kasih adalah faktor utama yang akan mengantarkan biduk tersebut menadi sakinah (perasaan tenang), tujuan Cinta kasih (Mawaddah), Kasih sayang (Rahmah) yang akan menjadikan syurga sebagai tempat kembali tergelarnya. untuk itu nilai terbaik yang seorang istri dalam perannya bersama suami harus terpaut dalam beberapa peran. Untuk mencapainya berangkat dari fitrah, dari rasa kasih sayang yang saling terbentuk antara satu sama lain. Hingga ia mampu menjadi penguat sendi-sendi rumah tangga yang rapuh, kata-katanya adalah serbuk obak mujarab yang mampu mengembalikan timbunan semngat dalam semua anggota keluarga. Karena memang perempuan dijadikan sebagai pendamping utamanya dalam. Dengan dirinya hidup akan lebih berwarna, tanpanya hidup akan terasa sangat hampa, dan dengan bersamanya ruamah tangga akan membawa dahan yang berbuah surga.

                Kutiplah makna Hadis Nabi ini,
                Ya Fathimah, perempuan mana yang meminyak-kan rambut suaminya dan janggutnya dan memotongkan kumisnya serta menggunting kukunya maka Allah SWT akan memberinya minuman dari sungai-sungai surga dan Allah SWT akan meringankan sakarotulmaut-nya, dan akan didapatinya kuburnya menjadi sebuah taman dari taman-taman sorga serta Allah SWT akan menyelamatkannya dari api neraka dan selamatlah ia melintas di atas titian Shirat". Subhanalloh.

* Mkd Aan's
2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar