Rabu, 22 Oktober 2014

Peranan Manusia Sebagai Kholifah Bumi


Perkembangan globalitas ediologi, ilmu pengetahuan, teknologi, seni, sosial, ekonomi, serta kebudayaan yang mutakhir baru-baru muncul kini telah mempengaruhi dan membuat perubahan besar dalam bidangnya masing-masing. Bahkan yang lebih miris lagi perubahan tersebut juga mempengaruhi bidang agama pula. Bagaimana tidak ? Akhir-akhir ini banyak sekali paham-paham sesat  bermunculan mengatanamakan bahwa ia berada pada jalan yang benar dalam Islam.
Anehnya mereka hadir seiring mencuatnya arus globalisasi tersebut, dimana manusia tak lagi mementingkan hal–hal yang bersifat bathil (tak nampak) mnsia sudah tak mementingkan keadaan sekitar, mereka lebih mementingkan keadan mereka pribadi  yang hanya berhubungan dengan diri mereka sendiri. Bahkan alam yang semestinyamenjadi tempat beradaptasi manusia sudah terkikis karena arus  globalisasi yang sudah marak ditelinga umum.
Akibatnya, Bumi Yang pada awalnya menjadi tempat berteduh yang nyaman bagi manusia untuk kelangsungan hidup manusia. Sebagai tempat tinggal yang asri. Sebagai segala bentuk pemenuhan kebutuhan yang bersumber dari alam  malah menjadi sebuah ancaman yang kadang bukannya menjadi sebuah kenyamanan dalam melindungi diri. Tapi akhirnya menjelma menjadi suatu kemudaratan yang harus diwaspadai dan dicegah dengan benar.
Apakah alam sudah bosan uantuk melindungi manusia? Tentu tidak , bukankah alam diciptakan  untuk menjadi tempat kelangsungan hidup manusia . Alloh yang berkehendak menciptakan alam  yang permai dan indah agar manusia dapat mengambil manfaat darinya , apa yang terkandung dalam  setiap penciptaan, tak ada yang sia-sia didunia sebagai ciptaanNya . karena Alloh yang maha berkehendak dan Maha  Mengetahui.
Pada awal penciptaan bumi,tepatnya bumi tempat manusia menggantungkan hidup ini, sudah menjadi ketentuan,Alloh menciptakan  Nabi Adam, bapak para manusia sebagai kholifah diatas bumi (pemimpin) untuk mengatur kelestarian bumi , menjaga segala yang ada didalamnya agar manusia dapat menjadikan alam sebagai tumpuan menggantungkan hidup , kemudian secara konsisten sebagai perkembangan zaman . ketika Nabi Adam AS telah tiada, tentu semua itu kembali kepada fitrah asal manusia sebagai khalifah dibumi, yang mengemban penuh tugas tersebut , seperti halnya dalam ilmu nahwu dijelaskan bahwa '' yanubu maf'ulun bihi an faiili- fimalahu kanila khoiru naili'' bahwa sanya Maf'ulun bihi menggantikan kedudukan fail dalam segala hokum dan kedudukannya dalam I'robnya dimana maf'ul bihi yang menggantikan fail harus dibaca rofa' dan kedudukannya berada tepat setelah fiil.
Begitu pula kita sebagai manusia, tepatnya sebagai anak cucu Adam dapat di tarik sebuah kesimpulan bahwasanya manusia mempunyai peran yamg sangat pentingyang harus dipenuhi untuk mengaturv bumi ini sebagai tempat tinggal kita selama masih hidup didalam dunia. Karena kita adalah Kholifah dibumi ini setelah Nabi Adam AS tiada. Sebagai mana Alloh telah menyinggung dalam Al Qur'an
''Dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi''QS. An Naml 62.
Namun, apa yang terjadi udibumi kita tercinta ini ? seringkali berbagai peristiwa memilukan terjadi. Menuangkan beberapa fenomena yang kerap menjatuhkan banyak korban, korban yang seharusnya mendapat perlindungn dari alam bukan sebafai objek mengerikan yang kini dapat mengancam jiwa-jiwa mereka. Khususnya dinegara kita ini. tanah tumpah darah tempat kita menyerahkan jiwa dan raga kita untuk menggantung kan kehidupan. Memang Indonesia terletak dilempeng tektonik yang berada disekitar samudra Hindia yang sering mengakibatkan gempa bumi, serta dapat menyebabkan Tsunami. Sebab lempengan di bawah laut yang meretak seperti yang terjadi pada 16 Desember 2004 di DI Aceh dan Sumut. Kita merasakan kepedihan yang tertoreh disana .
Tsunami mengakibatkan banyak korban berjatuhan + 200 ribu jiwa melayang. Bukan Cuma itu dinegri ini juga erdapat pula banyak gunung-gunung berapi yang masih aktif seperti bencana 26 Agustus 1883 Gunung Krakatau yang meletus + 36.000 jiwa melayang. Dimana awan debu tebalnya sampai kedaratan Eropa, belum juga bencana meletusnya Gunung Merapi yang terjadi pada waktu lalu banyak memakan korban jiwa banyak menghiasi  pemberitaan baik dimedia cetak maupun elektronik. Tak terhenti disitu saja, banjir bandang  akibat manusia tak mempedulikan lingkungan hidup, tanah longsor, Lumpur panas Sidoarjo, Global Warming yang marak dimana-mana.seakan akan menjadi sebuah tontonan hangat  yang selalu diperbincangkan  yang mengakibatkan lempeng batuan Es dikedua kutub bumi mencair beribu-ribu kilometer, kalau keadaan ini terus dipertahankan maka otomatis bumi ini akan hangus terbakar kepanasan . lalu apakah penyebab semua itu? Sipakah yang bertanggung jawab penuh atas semua  penuh atas semua yang terjadi ? tentu jawabanntya tidak lain adalah manusia itu sendiri. Manusia yangf telah senonoh meninggalkan kewajibannya terhadap lingkungan hidup , sebab dunia ini adalah tempat kita melanjutkan hidup. Hidup yang semata-mata hanyalah untuk Alloh SWT. Dengan segal apa yang ada ini, bagaimana itu menyikapinya ?..
Selalu dan konsisten dan Tafakkur adalah jaln terbaik dalam menghadapi segala macam peristiwa yangkerap melanda Indonesia. Sebab takkan ada suatu peristiwa yang melanda tanpa ada sebuah makna yang terselip didalamnyayang patut untuk kita renungi bersama. Apakah yang terjadi selam ini adalah sebagian dari beberapa renteten dari cobaan Alloh yang akan membuah negri tecinta ini tabah dan akan maju dalam masa-masa yang akan menjelang ataukah ini adalah sebuah teguran untuk kita semua. Karena bila kita menelaah dan membaca dari kejadian saat sekarang ini, kita banyak akan lupa terhadap karunia Alloh yang amat sangat besar. Lupa akan syukur yang menjadi landasanuntuk mengingat Alloh yang tak pernah lupa akan hamba-hambanya tentu saja karena kita adalah Kholifah dibumi ini, bumi yang disediakan oleh Alloh sebagai sebagian .
'Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmatKu) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."QS. Ibrahim 07
'' Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikam kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum 'Aad dan memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; maka ingatlah  nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan'' QS Al A'raaf 74.

            Jadi tentulah sebuah kesalahan jika kita mengabaikan itu semua. Kesalahan memanglah diciptakan oleh kedua tangan manusia bukan tak sadar, tapi tak mau mengakui kesalahan yang kadang muncul namun terisolir karena faktor lingkungan atau karena kepentingan diri sendiri.
Maka, jika boleh penulis mengutarakan, tentu kita tak pantas jika kita mengeluh bahkan kalau kita harus mengkufuri , karena Alloh ingin menunjukkan pada manusia bahwa kita memang telah melampaui batas, bukankah kita adalah keturunaan dari Nabi Adam yang harus menggantikan brliau dalah tugaspenting ini, mengatur dan melindungi karya terbesar ini. Karunia yang bila kita mengambil manfaat darinya tentunya kita akan mendapatkan perlindungan , manfaat dan apapun yangkita butuhkan selama kita hidup didunia. Karena Alloh memang menciptakan alam untuk memberi manfaat kepada kita agar kita senantiasa bersyukur dan melengkapi amal ibadah kita darinya.
Sebagai langkah terbaik memang lazim untuk manusia senantiasa mengoreksi diri dari apa yang terjadi akhir belakangan ini menerima segala yang datangnya dari Alkloh dengan bersabar dan senantiasa tawakkal di jalanNya. Karena dengankarena dengan kesabaran dan kelapang dadaan semua dapat terisolirdapat mengingatkan bahwa ini semua tak lepas dari peran kita sebagai insan manusia sebagaimana Alloh berfirman
 ''apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. dan Sesungguhnya Kami akan memberi Balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.'' QS.An Nahl 96
Jadilah jelas, instrospeksi diri serta sabar atas segala cobaan yang melanda bumi ini adalah pegangan bagi kita dalam menyongsong hari kedepan. Negri yang membuat kita kadang resah namun, disinilah kita mepapaki hidup. Karena apa yang terjadi ini adalah suatu ketentuanAlloh dalam ''lauhul mahfudz'' sebab Alloh pun Berfirman dalam Al Qur'an
''dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, Maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, Maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.''Al Anam 17
          Alloh adalh penentu segala alam dan isinya, tempat kita hidup. Pemberi kemudaratan dan kebaikan. Namun semuanya tak pernah lepas dari peran manusia sebagai lakon dipentas dunia ini yang penuh dengan cobaan dan rintangan, tergantung pada setiap usaha manusia sebagai titisan Nabi Adam dinegri tercinta ini  agar terwujud ''Baldatun toyyibatun warobbun ghofur'' seperti yang didambakan oleh semua Ummat, lalu apakah yang dapat kita perbuat dan kita berikan?
'' Ya Alloh, tak ada yang mencegah terhadap apa yang Engkau berikan dan tak ada yang dapat memberi ap yang engkau cegah dan tak ada yang dapat menolak terhadap apa yang Engkau tetapkan ''
            Syair Arab: '' Kalau kau menerima terhadap takdir Alloh maka kamu akan hidup tenang dan jika kamu tiada menerima akan takdir Alloh, maka kesensaraan akan menjumpaimu''
Semoga kita tetap dapat memberikan yang terbaik untuk semua, menjaga titipan Alloh ini dan selalu menjadi generasi yang lebih baik, Amiin -

* Mkd Aan's
2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar