Perkembangan globalitas ediologi, ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, sosial, ekonomi, serta kebudayaan yang mutakhir baru-baru
muncul kini telah mempengaruhi dan membuat perubahan besar dalam bidangnya
masing-masing. Bahkan yang lebih miris lagi perubahan tersebut juga
mempengaruhi bidang agama pula. Bagaimana tidak ? Akhir-akhir ini banyak sekali
paham-paham sesat bermunculan
mengatanamakan bahwa ia berada pada jalan yang benar dalam Islam.
Anehnya mereka hadir seiring
mencuatnya arus globalisasi tersebut, dimana manusia tak lagi mementingkan hal–hal
yang bersifat bathil (tak nampak) mnsia sudah tak mementingkan keadaan
sekitar, mereka lebih mementingkan keadan mereka pribadi yang hanya berhubungan dengan diri mereka
sendiri. Bahkan alam yang semestinyamenjadi tempat beradaptasi manusia sudah
terkikis karena arus globalisasi yang
sudah marak ditelinga umum.
Akibatnya, Bumi Yang pada awalnya
menjadi tempat berteduh yang nyaman bagi manusia untuk kelangsungan hidup
manusia. Sebagai tempat tinggal yang asri. Sebagai segala bentuk pemenuhan
kebutuhan yang bersumber dari alam malah
menjadi sebuah ancaman yang kadang bukannya menjadi sebuah kenyamanan dalam
melindungi diri. Tapi akhirnya menjelma menjadi suatu kemudaratan yang harus
diwaspadai dan dicegah dengan benar.
Apakah alam sudah bosan uantuk
melindungi manusia? Tentu tidak , bukankah alam diciptakan untuk menjadi tempat kelangsungan hidup
manusia . Alloh yang berkehendak menciptakan alam yang permai dan indah agar manusia dapat
mengambil manfaat darinya , apa yang terkandung dalam setiap penciptaan, tak ada yang sia-sia didunia
sebagai ciptaanNya . karena Alloh yang maha berkehendak dan Maha Mengetahui.
Pada
awal penciptaan bumi,tepatnya bumi tempat manusia menggantungkan hidup ini,
sudah menjadi ketentuan,Alloh menciptakan
Nabi Adam, bapak para manusia sebagai kholifah diatas bumi (pemimpin)
untuk mengatur kelestarian bumi , menjaga segala yang ada didalamnya agar
manusia dapat menjadikan alam sebagai tumpuan menggantungkan hidup , kemudian
secara konsisten sebagai perkembangan zaman . ketika Nabi Adam AS telah tiada,
tentu semua itu kembali kepada fitrah asal manusia sebagai khalifah dibumi,
yang mengemban penuh tugas tersebut , seperti halnya dalam ilmu nahwu
dijelaskan bahwa '' yanubu maf'ulun bihi an faiili- fimalahu kanila khoiru
naili'' bahwa sanya Maf'ulun bihi menggantikan kedudukan fail dalam segala
hokum dan kedudukannya dalam I'robnya dimana maf'ul bihi yang menggantikan fail
harus dibaca rofa' dan kedudukannya berada tepat setelah fiil.
Begitu pula kita
sebagai manusia, tepatnya sebagai anak cucu Adam dapat di tarik sebuah
kesimpulan bahwasanya manusia mempunyai peran yamg sangat pentingyang harus
dipenuhi untuk mengaturv bumi ini sebagai tempat tinggal kita selama masih
hidup didalam dunia. Karena kita adalah Kholifah dibumi ini setelah Nabi Adam
AS tiada. Sebagai mana Alloh telah menyinggung dalam Al Qur'an
''Dan yang menjadikan
kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi''QS. An Naml 62.
Namun, apa yang
terjadi udibumi kita tercinta ini ? seringkali berbagai peristiwa memilukan
terjadi. Menuangkan beberapa fenomena yang kerap menjatuhkan banyak korban,
korban yang seharusnya mendapat perlindungn dari alam bukan sebafai objek
mengerikan yang kini dapat mengancam jiwa-jiwa mereka. Khususnya dinegara kita
ini. tanah tumpah darah tempat kita menyerahkan jiwa dan raga kita untuk
menggantung kan
kehidupan. Memang Indonesia
terletak dilempeng tektonik yang berada disekitar samudra Hindia yang sering
mengakibatkan gempa bumi, serta dapat menyebabkan Tsunami. Sebab lempengan di bawah laut yang meretak seperti yang terjadi pada 16
Desember 2004 di DI Aceh dan Sumut. Kita merasakan kepedihan yang tertoreh
disana .
Tsunami mengakibatkan
banyak korban berjatuhan + 200 ribu jiwa melayang. Bukan Cuma itu
dinegri ini juga erdapat pula banyak gunung-gunung berapi yang masih aktif seperti
bencana 26 Agustus 1883 Gunung Krakatau yang meletus + 36.000 jiwa
melayang. Dimana awan debu tebalnya sampai kedaratan Eropa, belum juga bencana
meletusnya Gunung Merapi yang terjadi pada waktu lalu banyak memakan korban
jiwa banyak menghiasi pemberitaan baik
dimedia cetak maupun elektronik. Tak terhenti disitu saja, banjir bandang akibat manusia tak mempedulikan lingkungan
hidup, tanah longsor, Lumpur panas Sidoarjo, Global Warming yang marak
dimana-mana.seakan akan menjadi sebuah tontonan hangat yang selalu diperbincangkan yang mengakibatkan lempeng batuan Es dikedua
kutub bumi mencair beribu-ribu kilometer, kalau keadaan ini terus dipertahankan
maka otomatis bumi ini akan hangus terbakar kepanasan . lalu apakah penyebab
semua itu? Sipakah
yang bertanggung jawab penuh atas semua
penuh atas semua yang terjadi ? tentu jawabanntya tidak lain adalah
manusia itu sendiri. Manusia yangf telah senonoh meninggalkan kewajibannya
terhadap lingkungan hidup , sebab dunia ini adalah tempat kita melanjutkan hidup.
Hidup yang semata-mata hanyalah untuk Alloh SWT. Dengan segal apa yang ada ini,
bagaimana itu menyikapinya ?..
Selalu dan konsisten
dan Tafakkur adalah jaln terbaik dalam menghadapi segala macam peristiwa
yangkerap melanda Indonesia.
Sebab takkan ada suatu peristiwa yang melanda tanpa ada sebuah makna yang
terselip didalamnyayang patut untuk kita renungi bersama. Apakah yang terjadi
selam ini adalah sebagian dari beberapa renteten dari cobaan Alloh yang akan
membuah negri tecinta ini tabah dan akan maju dalam masa-masa yang akan
menjelang ataukah ini adalah sebuah teguran untuk kita semua. Karena bila kita
menelaah dan membaca dari kejadian saat sekarang ini, kita banyak akan lupa
terhadap karunia Alloh yang amat sangat besar. Lupa akan syukur yang menjadi
landasanuntuk mengingat Alloh yang tak pernah lupa akan hamba-hambanya tentu
saja karena kita adalah Kholifah dibumi ini, bumi yang disediakan oleh Alloh
sebagai sebagian .
'Dan (ingatlah juga), tatkala
Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan
menambah (nikmatKu) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka
sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."QS.
Ibrahim 07
'' Dan ingatlah olehmu di waktu
Tuhan menjadikam kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum 'Aad dan
memberikan tempat bagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya
yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; maka
ingatlah nikmat-nikmat Allah dan
janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan'' QS Al A'raaf 74.
Jadi tentulah sebuah kesalahan jika
kita mengabaikan itu semua. Kesalahan memanglah diciptakan oleh kedua tangan
manusia bukan tak sadar, tapi tak mau mengakui kesalahan yang kadang muncul
namun terisolir karena faktor lingkungan atau karena kepentingan diri sendiri.
Maka,
jika boleh penulis mengutarakan, tentu kita tak pantas jika kita mengeluh
bahkan kalau kita harus mengkufuri , karena Alloh ingin menunjukkan pada
manusia bahwa kita memang telah melampaui batas, bukankah kita adalah
keturunaan dari Nabi Adam yang harus menggantikan brliau dalah tugaspenting
ini, mengatur dan melindungi karya terbesar ini. Karunia yang bila kita
mengambil manfaat darinya tentunya kita akan mendapatkan perlindungan , manfaat
dan apapun yangkita butuhkan selama kita hidup didunia. Karena Alloh memang
menciptakan alam untuk memberi manfaat kepada kita agar kita senantiasa
bersyukur dan melengkapi amal ibadah kita darinya.
Sebagai
langkah terbaik memang lazim untuk manusia senantiasa mengoreksi diri dari apa
yang terjadi akhir belakangan ini menerima segala yang datangnya dari Alkloh
dengan bersabar dan senantiasa tawakkal di jalanNya. Karena dengankarena dengan
kesabaran dan kelapang dadaan semua dapat terisolirdapat mengingatkan bahwa ini
semua tak lepas dari peran kita sebagai insan manusia sebagaimana Alloh
berfirman
''apa
yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. dan
Sesungguhnya Kami akan memberi Balasan kepada orang-orang yang sabar dengan
pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.'' QS.An Nahl 96
Jadilah jelas, instrospeksi diri serta sabar atas segala cobaan yang
melanda bumi ini adalah pegangan bagi kita dalam menyongsong hari kedepan. Negri yang membuat
kita kadang resah namun, disinilah kita mepapaki hidup. Karena apa yang terjadi
ini adalah suatu ketentuanAlloh dalam ''lauhul mahfudz'' sebab Alloh pun
Berfirman dalam Al Qur'an
''dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, Maka
tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. dan jika Dia mendatangkan
kebaikan kepadamu, Maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu.''Al Anam 17
Alloh adalh penentu
segala alam dan isinya, tempat kita hidup. Pemberi kemudaratan dan kebaikan.
Namun semuanya tak pernah lepas dari peran manusia sebagai lakon dipentas dunia
ini yang penuh dengan cobaan dan rintangan, tergantung pada setiap usaha
manusia sebagai titisan Nabi Adam dinegri tercinta ini agar terwujud ''Baldatun toyyibatun
warobbun ghofur'' seperti yang didambakan oleh semua Ummat, lalu apakah
yang dapat kita perbuat dan kita berikan?
'' Ya Alloh, tak ada yang mencegah terhadap apa yang Engkau berikan
dan tak ada yang dapat memberi ap yang engkau cegah dan tak ada yang dapat
menolak terhadap apa yang Engkau tetapkan ''
Syair Arab: '' Kalau kau menerima terhadap
takdir Alloh maka kamu akan hidup tenang dan jika kamu tiada menerima akan
takdir Alloh, maka kesensaraan akan menjumpaimu''
Semoga kita tetap dapat memberikan yang terbaik
untuk semua, menjaga titipan Alloh ini dan selalu menjadi generasi yang lebih
baik, Amiin -
* Mkd Aan's
2012

Tidak ada komentar:
Posting Komentar