Sudah senja, kita berada di suatu tapak jalan yang jauh
berjalan menyusuri aliran mata air hingga lelah
saling membisu, tanpa kata namun kita harus tetap mempertahankan hembusan nyawa.
Kita berlari, menari, hingga kadang kaki tergelincir
Kita menangis, lalu menatap langit, mengadu padanya, dan masih banyak warna yang belum kita gores bersama.
Akh, Akhirnya kita harus berkata, tuan |
Senja telah memakai kerudung dan matahari kita juga sudah jadi mendung.
Kita harus mencari tempat yang teduh, untuk berbaring, memejamkan mata.
Menyelami kolam yang paling dalam, dan dan kita meneguk susu dari dasarnya
Agar kita kuat seumpama baja, agar kita tegar seumpama karang
Agar kita tak menagis seperti anak bayi.
Akh, Akhirnya kita memang harus berkata | Kawan |
Kita kan berpisah, di jalan ini |
Jalan timpang menuju seribu kehidupan
Di mana ada sebungkus cinta dan kasih di tumbuk oleh waktu dan kita mengantonginya dalam sebuah memori, kenang yang tak berdasar.
Memori saat kita tertawa menangkap hembusan angin,
bergandeng tangan menuju tangga, kita merindu, bisu, berteriak, lalu sedih.
Kawan, Mengapa |
Waktu selalu saja menjadi pisau, yang mengerat ikatan antara kita
Padahal, waktu yang telah mempertemukan kita pada sumbunya yang subur.
Di dadanya kita tanam jiwa yang rapuh, dan di dadanya pula kita pulang memanen tawa dan kenang yang tak pernah hilang.
Tapi mengapa waktu juga mengghadirkan kita pada perpisahan |
Rasanya tak adil kalau kita akan mengupas rindu ini dan membuang nya pada tong sampah. Saat kita menatap dunia ini dengan senyum adalah tempat paling nyaman yang pernah tergelar.
Saat kita melangkah menatap kedepan tanpa lelah adalah saat paling sendu yang dibuat oleh waktu.
Namun, Akhirnya kita harus berkata |
Tentang perpisahan yang penuh perih ini
Walau air mataku akan menjadi hujan tanpa kemarau
Walau lukaku akan menjadi puluhan pulau yang menyebar.
Aku telah memahat tawa kita dalam sarang hati yang paling dalam.
Hingga tak satu pun luka ini aku rasakan.
Kawan | Akhirnya kita harus berkata.
Semoga tawa kita masih ada, untuk hari ini, besok dan seterusnya -
* Mkd Aan's
2014

Tidak ada komentar:
Posting Komentar