Titip sajak ku dalam setiap tetesanmu
Luluh lantak sudah tarian jiwa
Di poles riak syahdu duka malam
Besok ujian amal akan dipertanyakan
Mau jawab apa tuan !
Berpulanglah pada rindu petuah ibu
Jendela telah dikepak-kepak sang kasih
Hingga bersayat celurit menyobek hati
Bergemuruhlah hujan !
Di genting dada gersang siapkan pukulan
Titik mu basah bercampur deru debu
Karena kau benar hujan !
Aku tercipta dari onggok debu jalanan
Berkayuh bapak ibu diatas ranjang
Diselip bismillah satu kali
Sampai engkau bergemuruh melukis rindu-rindu
Lewat sang kekasih
Lewat bising klakson mimpi-mimpi
Padahal doaku kujemur bersama bantal
Diatas genting gubuk
Berserakan janji-janji
Hujan! Engkaulah rahmat !
Maaf ku menginjakmu saat berlari kejar mimpi
Bersama titik peluh dan rinduku
Meninggalkan ilalang, padi dan rumput-rumput
Karena begitu liar ku menyeruduk hidup
Hingga tuhan tak aku terahkan
Pada awal bait puisiyang ku tulis
semalaman -
* Mkd Aan's
2016

Tidak ada komentar:
Posting Komentar