Kau
adalah
Jelmaan
senyum melati bertangkai akar patah
Tumbuh
di retak batu lumut hijau
Bukan
kah bola mata mu adalah malam
Yang
mengenal kan
aku pada dunia hitam
Yang
selalu mengundang birahi
Padahal
khusukku ku buat dalam gabungan sujud rembulan mentari
Seiring
kerlingan mayang dalam wayang kulit
Dan
agenda dalang tuhan
datang
menjemput senyum retak.
namun
Tangan ku tak sampai
Hingga
aku tak mampu
Merasakan
manis capucinno dalam riak bibir malam
Berlalu
lalang dalam semburat hilir hembus nafas siang
Hingga
harus ku tebus harga mati
Untuk
satu kemasan kecup bangkai rindu
Beriring
darah pilu mencoba mencabut laga dalam tarian malu
Hilang
tak tahu ?
Senyum
mu tak gampang luntur
Walau
deterjen paling mahal
Dan
sekalipun
Mantra
ku tak bisa ratakan manis
Berlari
sendi ku mulai copot berjatuhan
Sampai
dimana aku harus terus mencari
Dimana
bekas titik mu akan
tiada berguna lagi -
* Mkd Aan's
2010

Tidak ada komentar:
Posting Komentar