Selasa, 04 Februari 2014

Nafsu

Kau adalah
Jelmaan senyum melati bertangkai akar patah
Tumbuh di retak batu lumut hijau
Bukan kah bola mata mu adalah malam
Yang mengenal kan aku pada dunia hitam
Yang selalu mengundang birahi
Padahal khusukku ku buat dalam gabungan sujud rembulan mentari
Seiring kerlingan mayang dalam wayang kulit
Dan agenda dalang tuhan
datang menjemput senyum retak.
namun Tangan ku tak sampai
Hingga aku tak mampu
Merasakan manis capucinno dalam riak bibir malam
Berlalu lalang dalam semburat hilir hembus nafas siang
Hingga harus ku tebus harga mati
Untuk satu kemasan kecup bangkai rindu
Beriring darah pilu mencoba mencabut laga dalam tarian malu
Hilang tak tahu ?
Senyum mu tak gampang luntur
Walau deterjen paling mahal
Dan sekalipun
Mantra ku tak bisa ratakan manis
Berlari sendi ku mulai copot berjatuhan
Sampai dimana aku harus terus mencari
Dimana bekas titik mu akan
tiada berguna lagi -


* Mkd Aan's
2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar