Alarm kamar menjerit-jerit, alarm mungil
kotak berwarna hitam, didalamnya terpampang muka unyu-unyu personil One
Direction. Boyband British kesukaannya. Gelinya dibawahnya tertulis ‘’Zayn wll
you marry me, He he’’
Crazy, yeah kadang dia suka nyengir sendiri
membaca kalimat itu, mo di hapus katanya sayang. Dirinya sudah kesemsem sama
personil One Direction itu, apalagi si Zayn yang seorang figur muslim. Sama
seperti dirinya. Jadi ngefan nya tambah ‘’berduyun-duyun’’
Beberapa menit kemudian alarm
kembali menjerit lagi, kali ini ia beringsut bergerak.
‘’Busyet,
jam tujuh !’’ matanya melongo ia mencoba membuka jendela kamar, di atas mentari
bersinar cantik. Sedangkan dirinya belum cuci muka plus bau cuka. Otomatis
sholat subuhnya kedodoran, ngakunya muslimah tapi bangun aja masih kalah sama
ayam ceking jantannya bang Shomat, tetangga sebelah. Ayam yang tiap hari
mondar-mandir di depannya. And selalu ada pas dirinya ngambil gambar.
Perkenalkan nama Qutsiyah, tapi ‘’Becarefull’’,
jangan sekali-kali memanggilnya dengan panggilan Qutsiyah, bisa-bisa anda di ‘’Block’’
ato di ‘’unfriend’’ jika berteman di Facebook, atau dia pasang muka judes tujuh
hari tujuh malam. (Bila mengenalnya dalam keseharian panggil saja Katty) ngak
boleh kurang apalagi lebih, pernah bocah-bocah kecil tetangganya memanggilnya
‘’Kati-ak” si Katty langsung melemparinya dengan jemuran tetangga yang masih
basah. Otomatis Katty juga di marahi si pemilik. Hemmzz .. ‘’She is really something’’
Katty adalah anak tunggal, jadi
wajar kalau dia sedikit manja. Seharian ia habiskan waktu di kamar. Ngotak-ngatik
Hp ataupun mecahin cermin di kamar. Nah kok ? ya saking seringnya berkaca,
cerminnya akhirnya pada runtuh. Kalau misalnya ada rekor pemecah cermin, pasti
ia keluar sebagai pemenang.
Wajahnya biasa saja, rambut kribo, pipi
tembem dengan ukuran hidung mancung ke dalam. Tapi ‘’Well’’, jika ada seseorang
menghina fisiknya, ia sudah punya jurus andalan. ‘’Don’t judge the people by
cover’’ wuih mantap.
Setahun lalu ia pernah tinggal
di asrama pesantren, namun kekuatannya hanya bertahan satu bulan, kata ia tidak
tahan atas menu di pesantren, bosan tiap makan ia pasti ketemu ama dua sahabat
senasib dan setanah air, tahu dan tempe’’ so, menyantapnya tidak terasa
nikmat. Tapi bukankah ‘’Lauk yang paling nikmat adalah Lapar !!’’ lagian pas
liburan kemarin, otaknya sudah di otak-atik ama dua temannya yang import
langsug dari Venezuela dan Mexico, Racheal dan Tania, namanya doang yang
import, padahal mah nama lahirnya ‘’Ruqayyah ma si Sutiyem’’ Nah, dua temannya
ini yang mem-‘’provikasi’’ Katty agar ngak balik ke pesantren, mereka berdua
sekuat tenaga, bahu-membahu, gotong-royong, mengobok-obok pikiran Katty.
Finally Katty tenggelam dalam tipu daya, ia ogah balik ke pesantren, dan si Ruqayyah
sama si Sutiyem (baca Racheal dan Tania) loncat-loncat kegirangan, bertepuk
kedua tangan.
‘’Then
both of her judgle while said, woow…!!’’
Petualangan dimulai, dari Racheal, Tania dan
Katty. Mempelajari semua dari mereka, mulai dari membuat Facebook yang lagi
‘’Happening’’ selama beberapa tahun terakhir. Jadi Katty punya pekerjaan baru
sebelum jelang tidur, ‘’nongkrong di FB’’
‘’Bismikallohumma ahya wa amut’’ doa
pengantar tidur di wastednya. Menjadi status update terbaru, Katty sering terbahak
sendirian di kamar tidur. Apalagi pas mengingat koment geli dari sahabat FB nya
tadi.
***
Sore, senja terpung di balik awan, matahari
mengintip dengan tatapan takut-takut. Ia paksakan mulutnya tersenyum lebar pada
orang-orang yang lalu lalang, ada yang bawa sapi, bawa rumput, ibu-ibu dari
sawah, di gardu balai desa beberapa bocah pada ngumpul. Langkah Katty makin PD
saat ada yang menyapanya. ‘’Hemmz, biasa di stage kontest’’
Ssstt !! Status terbaru diluncurkannya ‘’Ge
JJS ne, Eh malah di siulin ma cWo2, Gag pernah LiaT CwE’ Bning kale Ea ?’’
Katty menyudahi statusnya, semenit dua menit ia menunggu ‘’Like’’ dari
temen-temennya, syukur-syukur ada yang ‘’Coment’’
Ia tersenyum tipis, di dalam hatinya
lompat-lompat, statusnya berubah menjadi 120 derajat dari kenyataan, mana ada
cowok yang bersiul menggodanya, yang ada malah bocah sepuluh tahunan. Statusnya
malah membuatnya tertawa sendiri.
‘’Bruukk !!’’pohon mangga di
tabraknya, Katty pulang dengan kepala benjol.
‘’Mau dong disiulin hati kamu’’ satu
Comment menggelitik hatinya, dari seorang teman yang baru saja di add-nya.
‘’Hmmz’’ lumayan wajah kece, berasa temenan sama Zayn Malik.
Cetar membahana, badai menggelegar terpampang
di garis khatulistiwa, mendarat di Halim perdana Kusuma’’ Senyum Katty dalam
hati. Tapi ‘’eittz’’ Katty tak cepat-cepat membalas Comment, jual mahal dikit,
naikin pamor. Lagian mo maghrib waktunya mandi. Dari tadi Umi dan Abi nya udah
pada ngomel melotot. Ini, itulah, gak tahan kali melihat anak semata wayangnya
kesana kemari mencari alamat, maksudnya kesana kemari wara-wiri, melototin HP kayak si Katty. Dititipin ke
asrama malah ngak betah. Padahal tinggal makan tidur, tinggal hitung jari
nunggu kiriman. Di pikir-pikir Umi-nya Katty, masih kesel tingkat Internasional
pada dua makluk teman Katty, Si Ruqayyah sama si Sutiyem. Gara-gara mereka
Katty ogah balik ke pesantren. Belagu pula tingkah mereka, ngak mau noleh kalau
di panggil Ruqayyah dan Sutiyem, baru kalau di panggil Racheal dan Tania mereka
respon, apalagi kalau di tambah awalan ‘’Miss’’ bisa bersayap tuh telinga
mereka.
‘’Awas saja, kalo mereka sampai kesini saya
timpuk pake’ ‘’Monas’’ Sumiatun Umi Katty ngedumel.
Sementara di dunia lain, Katty
terperangkap dalam maya. Ngotak-ngatik Profile orang yang comment di statusnya.
Mr. Zain, yach namanya Mr. Zain seperti nama idolanya, demikian percakapan
mereka di status Katty.
‘’Burung kali di siulin’’
‘’lebih tepatnya pria berseruling yang
mencari tulang rusuknya yang hilang satu’’ Mr. Zain sok romantis.
‘’Huu
Huu .. so Imah !’’
‘’so sweet kale !!’’ dalam hati mereka tertawa kejang-kejang.
‘’so sweet kale !!’’ dalam hati mereka tertawa kejang-kejang.
Handphone ia taruh di dekat alarm,
di meja rias. Mo sholat magrib. Kasihan juga tuch HP. Dari tadi kagak
istirahat. Walau Katty masih penasaran dengan balasan Zain di status, ia
paksakan angkat kedua tangan Takbirotul Ikhrom.
‘’Allohu akbar !’’ Katty mencoba khusuk, tapi
pas setelah Al Fatihah rakaat pertama.
‘’Huuh !! si Zain balas comment ngak yach ?
trus balas apaan ?’’ Sholatnya ternyata cacingan ngak khusuk, makanya pas salam
kanan kiri cepat-cepat, Katty langsung menyambar Hpnya
‘’Bbrkk !!’’ Batteray lowbatt, al marhum.
Terpaksa harus nunggu beberapa menit untuk online di FBnya dengan perasaan
super duper sebel.
***
Bulan purnama menerangi pedesaan,
nampak romantis andai ada seseorang yang mengambil rembulan dan mempersembahkan
untuknya. Pasti romantis kayak di pilm-pilm. Rupanya Sutiyem alias Tania
melamun di atas genteng. Ia paling peka kalau melihat bulan purnama. Dibawah,
Ruqayyah alias Racheal memanggilnya untuk melaksanakan visi dan misi. Eiitz,
mereka mengendap-endap denagan penutup wajah seperti wanita timur tengah.
‘’Miss Racheal mengapa kita mengendap-endap
di sini ?” tanya Sutiyem penasaran. Ia ngak tahan tubuhnya di keroyok nyamuk
sekecamatan.
‘’Huuus ! lihat itu !’’ Ruqayyah menunjuk ke
satu arah.
‘’Och
!! rupanya kita mau menjadi Antibiotik ?’’
‘’Detektif dodol !!’’
Di balik bulan purnama, tak jauh
dari tatapan mereka, dua pemuda berjalan. Satu orang dari pemuda itu adalah
ustadz asal Tegal, Ia ditugas mengajar di desa itu untuk satu tahun kedepan.
Wajah sang ustadz adem. Menatap wajahnya Ruqayyah dan Sutiyem merasa nongkrong
di pegunungan Rusia.
Sedangkan pria yang satunya tak lain dan tak
salah adalah tetangga mereka si Mu’in, mukanya selalu hilir mudik seisi kampung.
Ia selalu nampak setiap ada perkumpulan warga. Sok di butuhin warga, masalah
gaya ia harus di acungi jempol gajah, dalam kamus hidupnya tidak pernah
mengenakan baju yang telah dipakainya dua kali (gila udah kaya’ Paris Hilton)
artinya sekali pakai baju ia akan mngenakannya hingga 5-10-15 hari. ‘’Tutup
hidung’’, setelah yakin baunya busuk trus main membuangnya. Sama seperti Katty,
ia tak pernah lepas dari yang namanya Handphone. Kemungkinan ia baru saja
membeli Blackberry, keluaran 2045, menurut penuturannya sih. Tiap kali
bepergian Hpnya di bikin antenna. Di angkat tinggi-tinggi biar orang kampung
pada lihat. ‘’Hp boleh Blackberry tapi masalah pulsa Mu’in selalu di Warning’’
operator ketika melakukan panggilan.
‘’Sisa pulsa anda tidak cukup
untuk melakukan panggilan ini’’ Mu’in tidak pernah melakukan isi ulang sampai
batas SIM card dalam masa tenggang, pengiritan. Tapi sekali isi pulsa,
teman-temannya di bikin puting beliung. ‘’Cause’’ Mu’in bakal Missed Call ke
nomer yang ada didaftar kontak, mati-matian. Makanya ia dapat penghargaan
Mr.Missed call.
***
Mpok
Saodah menatap terheran-heran mengucek matanya tak percaya, tumben keponakannya
si Katty pake’ kerudung. Perasaan setelah berhenti dari pesantren, Katty tak
pernah lagi pake’ kerudung. Semua stock kerudungnya sudah dipakai buat serbet
dan kain pel lantai. Di belakang tampak si Ruqayyah dan si Sutiyem dengan
balutan busana muslim. Seperti mau pergi Qosidahan. Tak percaya dengan apa yang
ia lihat, Mpok Saodah bibi Katty, komat-kamit baca Al Qur’an sampai ngabisin
tiga surah. Khawatir mereka kemasukan makhluk ghaib. Tak sampai di situ Saodah
mengambil segelas air lalu berusaha menuangkan pada mereka, otomatis Katty,
Ruqayyah dan Sutiyem lari terbirit-birit. Semua memang atas ide cemerlang si
Ruqayyah, mereka memang sengaja menutup tubuh mereka dengan balutan busana
muslim. Rencananya menemui pak ustad yang dari Tegal semalam. Tak perlu
jauh-jauh kepenginapan pak ustad. Mereka bertemu di jalan, ada mister Missed
Call juga, si Mu’in.
‘’Ternyata ngak perlu jogging untuk
menyehatkan jantung, karena lihat pak ustad hatiku sudah Dag, Dig, Dug’’
Ruqayyah membuka percakapan, sang ustad membalasnya dengan senyuman.
‘’Hmmzz, nama pak ustadz siapa ea ?’’sambung
Ruqayyah menyelidik.
‘’nama saya Bari’’
‘’Bukankah Bari nama pulau, pulau BARI’’
Sutiyem menyambar sekenanya sambil cengar-cengir.
‘’Itu Bali, pulau Bali’’ serobot Ruqayyah
gerah, di injaknya kaki Sutiyem, hingga ia menjerit kesakitan.
‘’Perkenalkan pas ustad, nama saya Miss
Racheal’’
‘’saya Miss Tania’’ Sutiyem muter-muter
sambil mengibaskan kerudungnya.
‘’Oh yach, saya Miss. Katty’’ tegas Katty
malu-malu kodok. Dari tadi hanya Katty yang pendiam. Tapi Suka curi-curi
pandang.
‘’Pak ustad kalau cari pacar, cari di kampung
ini saja’’ Ruqayyah menawarkan diri secara gratis.
‘’Ia pak ustad itu harus cari yang Sholihah,
Sakinah, Mawaddah, Warohmah, Wabarokatuh. Ya sepeti saya’’ cerocos Sutiyem
ngasal. Emang dia suka begitu dari zaman dia orok. Semua kata dia rubah,
katanya emaknya dulu ngidam rawon angat. Tapi karena pendengaran bapaknya
terganggu. Yang ada dia malah bawa sarang tawon dari kebun. Trus si bapak
menaruh sarang tawon itu di dekat istrinya. Ngidamnya pun terpenuhi, ‘’di
sengat Tawon’’ bukan ‘’Rawon Hangat’’ Sembilan bulan mengandung, lalu keluarlah
si Sutiyem, cewe’ yang bikin semua orang ngakak kuda.
Pagi itu suasana seperti parade komedi. Semua
pada ngakak. Sang ustad hanya tersenyum, lalu nyelonong pergi setelah
mengucapkan salam. Diikuti langkah Mu’in, dari tadi sibuk dengan BB barunya,
pencet tombol, mendekatkannya pada telinga. Biasa, Missed Call, lagi banyak
pulsa rupanya. He.. He…
Sejak pertemuan tadi dengan pak ustad, si
Katty jadi sering uring-uringan. Ia masih membayangkan wajah ustad seperti sama
dengan satu temannya di Facebook, Mr. Zain. Cowok yang selama ini sering
mengirimi teks di wall Facebook. Mukanya mirip sekali, ngak pake beda. Apakah
benar si Mr. Zain tersebut adalah sang ustadz dari Tegal. Muka sama, sikapnya
aja yang beda. Mr. Zain kan rada-rada Lebay cabai di Facebook, sedangkan pak
ustad tadi, santun berkarismatik. Tapi mungkin ini adalah sisi lain dari sang
ustad. Ustad kan juga manusia. Pastinya juga pengen eksis di dunia maya. Tapi
haruskan dengan sikap se-‘’show out’’ gitu ? Satu lagi, selama ini Katty
memakai foto gadis lain sebagai Profile picture. Seorang cewek manis dan
berparas sendu. Jadi bagimana sang ustadz dapat mengenalinya, plus kesemsem
pesonanya. Sebenarnya sih Katty ingin memakai foto sendiri buat profile picture
di Facebook. Tapi masih belum PD. Bagaimana nanti jika teman-teman FBnya pada
lari berbondong-bondong pas tahu muka Katty sebenarnya. “bingung harus pakek
picture aslli atau gak “ mending sholat istikhoroh kali ya, kata pak ustadz
dulu, kalau mutusin sesuatu harus menta petunjuk dari Alloh, ya dengan
istikhoroh” Pikir Katty lupa-lupa ingat. Ya begitulah kalau nyantri
setengah-setengah ilmunya gak nyangkut di otak, masih bertengger di dahan
reranting, tak ambil pusing Katty menyambar
Hpnya, pencet tombol. Status terbarunya kembali ia luncurkan “Ne no Hpku
087751888888 ‘’Limitid edition’’ so call me may be” berharap Mr. Zain lagi
online dan segera mecatat nomernya, karena setelah itu Katty buru-buru
menghapus statusnya barusan. Ia ngak mau nomer Hpnya tersebar kemana-mana.
Ternyata benar, beberapa menit kemudian
Hp katy bordering.
Yah, mau di angkat mati seketika, berdering
lagi, seketika mati, berlanjut hingga beberapa kali, ternyata hanya missed call
dari cowok faqir missed call, Katty yakin bin mantap nomer barusan. Nomer Mr. Zain.
Ganteng-ganteng hobinya kok missed call, dah kayak si muin aja.
Di tempat berbeda Mu’in sibuk sendiri.
Akhir-akhir ini ia merasa tersaingi, tentu sama ustad baru asal tegal. Ustad
Bari. Dipikirnya apa hebatnya itu ustadz, ngomong aja masih pakek bahan
‘’Inyong’’, tapi pesonanya udah nyebar kemana-mana, tadi aja warga yang mau
ketemu pada rame kayak mau ngatre sembako, apa lagi bagian cewek udah kayak
cacing kedinginan. Dipikir-pikir wajahnya gak jauh beda dengan pak ustadz,
hanya beda ganteng ma jellek aja, masalah gaya apa lagi, si Mu’in kalau sudah
pekek surban bagai ustadz dibelah dua, sudah kayak ustadz yang mondar-mandir di
TV. Soal baca al-Qur’an jangan ditanya, buktinya kalau ada warga mengadakan
khatam Al-Qur’an Muin yang paling cepat bolak-balikin lembaran Al-Qur’an meski
yang ia baca bukan surah dalam al-Qur’an di juz yang diambilnya, tapi baca Al
Fatihah berkali-kali, ya soalnya surah itu yang muin tahu satu-satunya. Itupun
kerena sering dengar dari imam masjid. Kalau sudah begini nyesel dulu ia gak
sungguh-sungguh belajar ngaji, malah milih nonton TV. Kalau ditegur ama
babenya, katanya lagi sakit. Sekarang baru terasa, kalau ilmu agama sangatlah
penting. Mu’in mengelus dada. Ada yang salah dalam hidupnya. Dibukanya lembaran
kecil dari ustadz Bari tadi, lalu ia melafalkannya dengan susah payah “Oh, If I
can turn back, the time’’ kata ustadz Bari mah artinya “Oh, andai dapat ku
putar kembali waktu’’ Hihi, si Mu’in Aya ayawae ..
Dua cewek ltu nangis bawah di pojokan.
Ruqayyah ama Sutiyem. mereka dapat kabar tadi dari mpok Saodah katanya Katty
mau balik lagi kepesantren, abis umminya Umminya gak tahan melihat kelakuan
Katty Akhir-akhir. Di mana ada Katty pasti ada Hp, di ruang makan pecet Hp, di
kamar mandi juga, sambil online. Tidurnya pun hingga larut malam,
ngotak-ngatikin tombol Hp. Lebih parahnya sholat keteteran, kalau gak
keteteran, pasti sholatnya keroyokan. Masak sholat isyak dibikin satu menit.
Sholat apa nguber maling tuh, alasannya pasti buru-buru online. Biasa habis
sholat maghrib baca Al-Qur’an, sekarang malah ogah, miris. Tapi Ruqayyah ma
Sutiyem tidak dapat membayangkan bila harus hidup tanpa si Katty. mereka
biasanya selalu bertiga tapi tetap jiwa mereka menyatu, maksudnya mereka makan
di warung bertiga, digabungin jadi satu, yang bayar Katy. Pulsa semua pada
abis, Katy yang beliin. Nah, kalau Katty tiba-tiba balik nyelonong ke
pesantren, buat nongkrong di warung dan buat beli pulsa, Ruqyyah ma Suteyem
harus bayar pakek apa’an ? emang boleh bayar pakek daun ? secara keluarga
mereka sudah ditetapkan oleh badan Meteorologi dan Geo Fisika sebagai kelurga
ekonomi “Darurat” he he. Mo ngotak
ngatik pikiran Katty dengan tipu muslihat, mereka sudah gak bias, soalnya ini
berhubungan langsung dengan Sumiatun, Umminya Katy yang kegalakannya sudah
membabi buta. Huh, Ruqoyyah dan Suteyem dibikin pusing memikirnya serasa pengen
nelan sapi hidup-hidup..
“ Ya udah miss Racheal ntar kita sama-sama
baca Yasin, dalam tangisnya Sutiyem berkomentar.
“Maksudnya ?” Ruqoyyah tegas penuh tanda
Tanya.
‘’Katty kan mau pergi, katanya yang
berhubungan dengan kepergian seseorang, kita harus baca Yasin ?’’ Sutiyem
menjelaskan, dengan mimik muka lugu,
’Ukhh !! Miss. Tania
yang baca yasin itu kalau seseorang pergi ke rahmatulloh. Alias metong’’
Rukayyah di buat geram.
‘’Ya truss kita mau
baca apa dong ?’’
‘’Baca
komik !!’’ Ruqayyah pergi menjauh, sementara Sutiyem masih mengambang di bawah
pohon Bambu.
Katty mengepak
barang-barang ke dalam Tas. Besok ia
akan balik ke pesantren. tak lupa ia
masukkan kotak alarm warna hitam. Alarm yang di selipkan foto One Direction di
dalam, sedangkan untuk Hp tersayang Katty mempersembahkan satu lagu yang
romantic, milik bang Hj. Roma Irama.
‘’Malam Terakhir’’ Malam ini malam terakhir bagi kita, untuk
mencurahkan rasa rindu di dada. Esok aku akan pergi lama kembali, kuharapkan
kau sabar menanti’’
Suara Katty
membahana. Menyanyi pake goyang lumba-lumba. Umi dan Abinya hampir ngak konsen
sholat jamaah Maghrib. Ngakunya sih Katty ngak suka music dangdut. Katanya musik
dangdun itu musiknya emak-emak. Sekarang ia malah menelan jidatnya sendiri.
Upsss, salah ! Nelan ludah sendiri. Nyanyi musik dangdut
bonus goyang lumba-lumba. Katty mau puas-puasin ama Hpnya semalam
online dan chatting, sebelum besok ia di borgol di pesantren, di
pesantrenya ngak boleh bawa Hp. Pasti ia bakalan rindu ama teman-temannya di
FB. Apalagi ama si Zain.
Tapi tadi di chatting
Mr. Zain ngajak ketemu entar habis isya’. Katty ngak sabar ketemu Mr.
Zain.bener ngak yach kalau si Mr. Zain adalah ustad Bari.
Dari tadi mata Katty
seliweran kemana-mana di dalam Musholla, di dalam musholla hanya tinggal ustadz
Bari mengangkat tangan berdoa.
‘’Hmmzz, calon
imam rumah tangga idaman nich !’’ Pikir Katty sambil mengotak-atik
handphone.sampe’ bengkak.
Usai sholah berjamaah
di musholla Katty ogah pulang, ia ngak sabar ketemu si Mr. Zain. Seperti yang
di sepakati di depan musholla. Sementara di
depan tempat ia duduk, terlihat dari tadi si Mu’in mondar-mandir kayak
seterikaan. Terlihat sama seperti dirinya celingak-celinguk kanan kiri. Seperti
menunggu seseorang. Mu’in mencoba memencet tombol Blackberry, menekan tombol
panggilan. Terdengar di sekitar dering handphone sangat lantang. Ternyata bunyi
Hp milik Katty. Mu’in dan Katty, mereka terjebak permainan mereka sendiri
selama ini. Mu’in kembali mengulang Missed Call untuk meyakinkan dirinya
sendiri. Namun lagi-lagi handphone Katty kembali berdering. Katty melotot kearah
Mu’in begitu pula sebaliknya. Benak mereka memikirkan hal yang sama. Hingga
mengeluarkan asap (lirik film komedi)
‘’Kamu Miss. Katty Online bukan ??’’
Tanya Mu’in masih meyakinkan dirinya. Katty mengangguk
pelan.
‘’Ellu Mr, Zain,
bukan ?’’ Tanya Katty balik. Mu’in Hanya mengiyakan.
‘’Aaaggh, Dul Mu’in
.. !!’’
’Ya elah Kutsiyyah
..!!’’ Mereka kompak di depan musholla. Kemudian sama-sama melakukan
’Sujud Musibah’’
* Syamsa Adam
2012

Tidak ada komentar:
Posting Komentar