Minggu, 02 Februari 2014

Miss Online Vs Mr. Missed Call



            Alarm kamar menjerit-jerit, alarm mungil kotak berwarna hitam, didalamnya terpampang muka unyu-unyu personil One Direction. Boyband British kesukaannya. Gelinya dibawahnya tertulis ‘’Zayn wll you marry me, He he’’
Crazy, yeah kadang dia suka nyengir sendiri membaca kalimat itu, mo di hapus katanya sayang. Dirinya sudah kesemsem sama personil One Direction itu, apalagi si Zayn yang seorang figur muslim. Sama seperti dirinya. Jadi ngefan nya tambah ‘’berduyun-duyun’’
            Beberapa menit kemudian alarm kembali menjerit lagi, kali ini ia beringsut bergerak.
‘’Busyet, jam tujuh !’’ matanya melongo ia mencoba membuka jendela kamar, di atas mentari bersinar cantik. Sedangkan dirinya belum cuci muka plus bau cuka. Otomatis sholat subuhnya kedodoran, ngakunya muslimah tapi bangun aja masih kalah sama ayam ceking jantannya bang Shomat, tetangga sebelah. Ayam yang tiap hari mondar-mandir di depannya. And selalu ada pas dirinya ngambil gambar.
            Perkenalkan nama Qutsiyah, tapi ‘’Becarefull’’, jangan sekali-kali memanggilnya dengan panggilan Qutsiyah, bisa-bisa anda di ‘’Block’’ ato di ‘’unfriend’’ jika berteman di Facebook, atau dia pasang muka judes tujuh hari tujuh malam. (Bila mengenalnya dalam keseharian panggil saja Katty) ngak boleh kurang apalagi lebih, pernah bocah-bocah kecil tetangganya memanggilnya ‘’Kati-ak” si Katty langsung melemparinya dengan jemuran tetangga yang masih basah. Otomatis Katty juga di marahi si pemilik. Hemmzz .. ‘’She is really something’’
            Katty adalah anak tunggal, jadi wajar kalau dia sedikit manja. Seharian ia habiskan waktu di kamar. Ngotak-ngatik Hp ataupun mecahin cermin di kamar. Nah kok ? ya saking seringnya berkaca, cerminnya akhirnya pada runtuh. Kalau misalnya ada rekor pemecah cermin, pasti ia keluar sebagai pemenang.
Wajahnya biasa saja, rambut kribo, pipi tembem dengan ukuran hidung mancung ke dalam. Tapi ‘’Well’’, jika ada seseorang menghina fisiknya, ia sudah punya jurus andalan. ‘’Don’t judge the people by cover’’ wuih mantap.
            Setahun lalu ia pernah tinggal di asrama pesantren, namun kekuatannya hanya bertahan satu bulan, kata ia tidak tahan atas menu di pesantren, bosan tiap makan ia pasti ketemu ama dua sahabat senasib dan setanah air, tahu dan tempe’’ so, menyantapnya tidak terasa nikmat. Tapi bukankah ‘’Lauk yang paling nikmat adalah Lapar !!’’ lagian pas liburan kemarin, otaknya sudah di otak-atik ama dua temannya yang import langsug dari Venezuela dan Mexico, Racheal dan Tania, namanya doang yang import, padahal mah nama lahirnya ‘’Ruqayyah ma si Sutiyem’’ Nah, dua temannya ini yang mem-‘’provikasi’’ Katty agar ngak balik ke pesantren, mereka berdua sekuat tenaga, bahu-membahu, gotong-royong, mengobok-obok pikiran Katty. Finally Katty tenggelam dalam tipu daya, ia ogah balik ke pesantren, dan si Ruqayyah sama si Sutiyem (baca Racheal dan Tania) loncat-loncat kegirangan, bertepuk kedua tangan.
‘’Then both of her judgle while said, woow…!!’’
            Petualangan dimulai, dari Racheal, Tania dan Katty. Mempelajari semua dari mereka, mulai dari membuat Facebook yang lagi ‘’Happening’’ selama beberapa tahun terakhir. Jadi Katty punya pekerjaan baru sebelum jelang tidur, ‘’nongkrong di FB’’
‘’Bismikallohumma ahya wa amut’’ doa pengantar tidur di wastednya. Menjadi status update terbaru, Katty sering terbahak sendirian di kamar tidur. Apalagi pas mengingat koment geli dari sahabat FB nya tadi.
***
Sore, senja terpung di balik awan, matahari mengintip dengan tatapan takut-takut. Ia paksakan mulutnya tersenyum lebar pada orang-orang yang lalu lalang, ada yang bawa sapi, bawa rumput, ibu-ibu dari sawah, di gardu balai desa beberapa bocah pada ngumpul. Langkah Katty makin PD saat ada yang menyapanya. ‘’Hemmz, biasa di stage kontest’’
Ssstt !! Status terbaru diluncurkannya ‘’Ge JJS ne, Eh malah di siulin ma cWo2, Gag pernah LiaT CwE’ Bning kale Ea ?’’ Katty menyudahi statusnya, semenit dua menit ia menunggu ‘’Like’’ dari temen-temennya, syukur-syukur ada yang ‘’Coment’’
Ia tersenyum tipis, di dalam hatinya lompat-lompat, statusnya berubah menjadi 120 derajat dari kenyataan, mana ada cowok yang bersiul menggodanya, yang ada malah bocah sepuluh tahunan. Statusnya malah membuatnya tertawa sendiri.
            ‘’Bruukk !!’’pohon mangga di tabraknya, Katty pulang dengan kepala benjol.
            ‘’Mau dong disiulin hati kamu’’ satu Comment menggelitik hatinya, dari seorang teman yang baru saja di add-nya. ‘’Hmmz’’ lumayan wajah kece, berasa temenan sama Zayn Malik.
Cetar membahana, badai menggelegar terpampang di garis khatulistiwa, mendarat di Halim perdana Kusuma’’ Senyum Katty dalam hati. Tapi ‘’eittz’’ Katty tak cepat-cepat membalas Comment, jual mahal dikit, naikin pamor. Lagian mo maghrib waktunya mandi. Dari tadi Umi dan Abi nya udah pada ngomel melotot. Ini, itulah, gak tahan kali melihat anak semata wayangnya kesana kemari mencari alamat, maksudnya kesana kemari wara-wiri,  melototin HP kayak si Katty. Dititipin ke asrama malah ngak betah. Padahal tinggal makan tidur, tinggal hitung jari nunggu kiriman. Di pikir-pikir Umi-nya Katty, masih kesel tingkat Internasional pada dua makluk teman Katty, Si Ruqayyah sama si Sutiyem. Gara-gara mereka Katty ogah balik ke pesantren. Belagu pula tingkah mereka, ngak mau noleh kalau di panggil Ruqayyah dan Sutiyem, baru kalau di panggil Racheal dan Tania mereka respon, apalagi kalau di tambah awalan ‘’Miss’’ bisa bersayap tuh telinga mereka.
‘’Awas saja, kalo mereka sampai kesini saya timpuk pake’ ‘’Monas’’ Sumiatun Umi Katty ngedumel.
            Sementara di dunia lain, Katty terperangkap dalam maya. Ngotak-ngatik Profile orang yang comment di statusnya. Mr. Zain, yach namanya Mr. Zain seperti nama idolanya, demikian percakapan mereka di status Katty.
‘’Burung kali di siulin’’
‘’lebih tepatnya pria berseruling yang mencari tulang rusuknya yang hilang satu’’ Mr. Zain sok romantis.
‘’Huu Huu .. so Imah !’’  
 ‘’so sweet kale !!’’ dalam hati mereka tertawa kejang-kejang.
            Handphone ia taruh di dekat alarm, di meja rias. Mo sholat magrib. Kasihan juga tuch HP. Dari tadi kagak istirahat. Walau Katty masih penasaran dengan balasan Zain di status, ia paksakan angkat kedua tangan Takbirotul Ikhrom.
‘’Allohu akbar !’’ Katty mencoba khusuk, tapi pas setelah Al Fatihah rakaat pertama.
‘’Huuh !! si Zain balas comment ngak yach ? trus balas apaan ?’’ Sholatnya ternyata cacingan ngak khusuk, makanya pas salam kanan kiri cepat-cepat, Katty langsung menyambar Hpnya
‘’Bbrkk !!’’ Batteray lowbatt, al marhum. Terpaksa harus nunggu beberapa menit untuk online di FBnya dengan perasaan super duper sebel.
            ***
            Bulan purnama menerangi pedesaan, nampak romantis andai ada seseorang yang mengambil rembulan dan mempersembahkan untuknya. Pasti romantis kayak di pilm-pilm. Rupanya Sutiyem alias Tania melamun di atas genteng. Ia paling peka kalau melihat bulan purnama. Dibawah, Ruqayyah alias Racheal memanggilnya untuk melaksanakan visi dan misi. Eiitz, mereka mengendap-endap denagan penutup wajah seperti wanita timur tengah.
‘’Miss Racheal mengapa kita mengendap-endap di sini ?” tanya Sutiyem penasaran. Ia ngak tahan tubuhnya di keroyok nyamuk sekecamatan.
‘’Huuus ! lihat itu !’’ Ruqayyah menunjuk ke satu arah.
‘’Och !! rupanya kita mau menjadi Antibiotik ?’’
‘’Detektif dodol !!’’
            Di balik bulan purnama, tak jauh dari tatapan mereka, dua pemuda berjalan. Satu orang dari pemuda itu adalah ustadz asal Tegal, Ia ditugas mengajar di desa itu untuk satu tahun kedepan. Wajah sang ustadz adem. Menatap wajahnya Ruqayyah dan Sutiyem merasa nongkrong di pegunungan Rusia.
Sedangkan pria yang satunya tak lain dan tak salah adalah tetangga mereka si Mu’in, mukanya selalu hilir mudik seisi kampung. Ia selalu nampak setiap ada perkumpulan warga. Sok di butuhin warga, masalah gaya ia harus di acungi jempol gajah, dalam kamus hidupnya tidak pernah mengenakan baju yang telah dipakainya dua kali (gila udah kaya’ Paris Hilton) artinya sekali pakai baju ia akan mngenakannya hingga 5-10-15 hari. ‘’Tutup hidung’’, setelah yakin baunya busuk trus main membuangnya. Sama seperti Katty, ia tak pernah lepas dari yang namanya Handphone. Kemungkinan ia baru saja membeli Blackberry, keluaran 2045, menurut penuturannya sih. Tiap kali bepergian Hpnya di bikin antenna. Di angkat tinggi-tinggi biar orang kampung pada lihat. ‘’Hp boleh Blackberry tapi masalah pulsa Mu’in selalu di Warning’’ operator ketika melakukan panggilan.
‘’Sisa pulsa anda tidak cukup untuk melakukan panggilan ini’’ Mu’in tidak pernah melakukan isi ulang sampai batas SIM card dalam masa tenggang, pengiritan. Tapi sekali isi pulsa, teman-temannya di bikin puting beliung. ‘’Cause’’ Mu’in bakal Missed Call ke nomer yang ada didaftar kontak, mati-matian. Makanya ia dapat penghargaan Mr.Missed call.
***
 Mpok Saodah menatap terheran-heran mengucek matanya tak percaya, tumben keponakannya si Katty pake’ kerudung. Perasaan setelah berhenti dari pesantren, Katty tak pernah lagi pake’ kerudung. Semua stock kerudungnya sudah dipakai buat serbet dan kain pel lantai. Di belakang tampak si Ruqayyah dan si Sutiyem dengan balutan busana muslim. Seperti mau pergi Qosidahan. Tak percaya dengan apa yang ia lihat, Mpok Saodah bibi Katty, komat-kamit baca Al Qur’an sampai ngabisin tiga surah. Khawatir mereka kemasukan makhluk ghaib. Tak sampai di situ Saodah mengambil segelas air lalu berusaha menuangkan pada mereka, otomatis Katty, Ruqayyah dan Sutiyem lari terbirit-birit. Semua memang atas ide cemerlang si Ruqayyah, mereka memang sengaja menutup tubuh mereka dengan balutan busana muslim. Rencananya menemui pak ustad yang dari Tegal semalam. Tak perlu jauh-jauh kepenginapan pak ustad. Mereka bertemu di jalan, ada mister Missed Call juga, si Mu’in.
‘’Ternyata ngak perlu jogging untuk menyehatkan jantung, karena lihat pak ustad hatiku sudah Dag, Dig, Dug’’ Ruqayyah membuka percakapan, sang ustad membalasnya dengan senyuman.
‘’Hmmzz, nama pak ustadz siapa ea ?’’sambung Ruqayyah menyelidik.
‘’nama saya Bari’’
‘’Bukankah Bari nama pulau, pulau BARI’’ Sutiyem menyambar sekenanya sambil cengar-cengir.
‘’Itu Bali, pulau Bali’’ serobot Ruqayyah gerah, di injaknya kaki Sutiyem, hingga ia menjerit kesakitan.
‘’Perkenalkan pas ustad, nama saya Miss Racheal’’        
‘’saya Miss Tania’’ Sutiyem muter-muter sambil mengibaskan kerudungnya.
‘’Oh yach, saya Miss. Katty’’ tegas Katty malu-malu kodok. Dari tadi hanya Katty yang pendiam. Tapi Suka curi-curi pandang.
‘’Pak ustad kalau cari pacar, cari di kampung ini saja’’ Ruqayyah menawarkan diri secara gratis.
‘’Ia pak ustad itu harus cari yang Sholihah, Sakinah, Mawaddah, Warohmah, Wabarokatuh. Ya sepeti saya’’ cerocos Sutiyem ngasal. Emang dia suka begitu dari zaman dia orok. Semua kata dia rubah, katanya emaknya dulu ngidam rawon angat. Tapi karena pendengaran bapaknya terganggu. Yang ada dia malah bawa sarang tawon dari kebun. Trus si bapak menaruh sarang tawon itu di dekat istrinya. Ngidamnya pun terpenuhi, ‘’di sengat Tawon’’ bukan ‘’Rawon Hangat’’ Sembilan bulan mengandung, lalu keluarlah si Sutiyem, cewe’ yang bikin semua orang ngakak kuda.
Pagi itu suasana seperti parade komedi. Semua pada ngakak. Sang ustad hanya tersenyum, lalu nyelonong pergi setelah mengucapkan salam. Diikuti langkah Mu’in, dari tadi sibuk dengan BB barunya, pencet tombol, mendekatkannya pada telinga. Biasa, Missed Call, lagi banyak pulsa rupanya. He.. He…
Sejak pertemuan tadi dengan pak ustad, si Katty jadi sering uring-uringan. Ia masih membayangkan wajah ustad seperti sama dengan satu temannya di Facebook, Mr. Zain. Cowok yang selama ini sering mengirimi teks di wall Facebook. Mukanya mirip sekali, ngak pake beda. Apakah benar si Mr. Zain tersebut adalah sang ustadz dari Tegal. Muka sama, sikapnya aja yang beda. Mr. Zain kan rada-rada Lebay cabai di Facebook, sedangkan pak ustad tadi, santun berkarismatik. Tapi mungkin ini adalah sisi lain dari sang ustad. Ustad kan juga manusia. Pastinya juga pengen eksis di dunia maya. Tapi haruskan dengan sikap se-‘’show out’’ gitu ? Satu lagi, selama ini Katty memakai foto gadis lain sebagai Profile picture. Seorang cewek manis dan berparas sendu. Jadi bagimana sang ustadz dapat mengenalinya, plus kesemsem pesonanya. Sebenarnya sih Katty ingin memakai foto sendiri buat profile picture di Facebook. Tapi masih belum PD. Bagaimana nanti jika teman-teman FBnya pada lari berbondong-bondong pas tahu muka Katty sebenarnya. “bingung harus pakek picture aslli atau gak “ mending sholat istikhoroh kali ya, kata pak ustadz dulu, kalau mutusin sesuatu harus menta petunjuk dari Alloh, ya dengan istikhoroh” Pikir Katty lupa-lupa ingat. Ya begitulah kalau nyantri setengah-setengah ilmunya gak nyangkut di otak, masih bertengger di dahan reranting, tak ambil pusing Katty menyambar  Hpnya, pencet tombol. Status terbarunya kembali ia luncurkan “Ne no Hpku 087751888888 ‘’Limitid edition’’ so call me may be” berharap Mr. Zain lagi online dan segera mecatat nomernya, karena setelah itu Katty buru-buru menghapus statusnya barusan. Ia ngak mau nomer Hpnya tersebar kemana-mana. Ternyata benar, beberapa menit  kemudian Hp katy bordering.
Yah, mau di angkat mati seketika, berdering lagi, seketika mati, berlanjut hingga beberapa kali, ternyata hanya missed call dari cowok faqir missed call, Katty yakin bin mantap nomer barusan. Nomer Mr. Zain. Ganteng-ganteng hobinya kok missed call, dah kayak si muin aja.
Di tempat berbeda Mu’in sibuk sendiri. Akhir-akhir ini ia merasa tersaingi, tentu sama ustad baru asal tegal. Ustad Bari. Dipikirnya apa hebatnya itu ustadz, ngomong aja masih pakek bahan ‘’Inyong’’, tapi pesonanya udah nyebar kemana-mana, tadi aja warga yang mau ketemu pada rame kayak mau ngatre sembako, apa lagi bagian cewek udah kayak cacing kedinginan. Dipikir-pikir wajahnya gak jauh beda dengan pak ustadz, hanya beda ganteng ma jellek aja, masalah gaya apa lagi, si Mu’in kalau sudah pekek surban bagai ustadz dibelah dua, sudah kayak ustadz yang mondar-mandir di TV. Soal baca al-Qur’an jangan ditanya, buktinya kalau ada warga mengadakan khatam Al-Qur’an Muin yang paling cepat bolak-balikin lembaran Al-Qur’an meski yang ia baca bukan surah dalam al-Qur’an di juz yang diambilnya, tapi baca Al Fatihah berkali-kali, ya soalnya surah itu yang muin tahu satu-satunya. Itupun kerena sering dengar dari imam masjid. Kalau sudah begini nyesel dulu ia gak sungguh-sungguh belajar ngaji, malah milih nonton TV. Kalau ditegur ama babenya, katanya lagi sakit. Sekarang baru terasa, kalau ilmu agama sangatlah penting. Mu’in mengelus dada. Ada yang salah dalam hidupnya. Dibukanya lembaran kecil dari ustadz Bari tadi, lalu ia melafalkannya dengan susah payah “Oh, If I can turn back, the time’’ kata ustadz Bari mah artinya “Oh, andai dapat ku putar kembali waktu’’ Hihi, si Mu’in Aya ayawae ..
Dua cewek ltu nangis bawah di pojokan. Ruqayyah ama Sutiyem. mereka dapat kabar tadi dari mpok Saodah katanya Katty mau balik lagi kepesantren, abis umminya Umminya gak tahan melihat kelakuan Katty Akhir-akhir. Di mana ada Katty pasti ada Hp, di ruang makan pecet Hp, di kamar mandi juga, sambil online. Tidurnya pun hingga larut malam, ngotak-ngatikin tombol Hp. Lebih parahnya sholat keteteran, kalau gak keteteran, pasti sholatnya keroyokan. Masak sholat isyak dibikin satu menit. Sholat apa nguber maling tuh, alasannya pasti buru-buru online. Biasa habis sholat maghrib baca Al-Qur’an, sekarang malah ogah, miris. Tapi Ruqayyah ma Sutiyem tidak dapat membayangkan bila harus hidup tanpa si Katty. mereka biasanya selalu bertiga tapi tetap jiwa mereka menyatu, maksudnya mereka makan di warung bertiga, digabungin jadi satu, yang bayar Katy. Pulsa semua pada abis, Katy yang beliin. Nah, kalau Katty tiba-tiba balik nyelonong ke pesantren, buat nongkrong di warung dan buat beli pulsa, Ruqyyah ma Suteyem harus bayar pakek apa’an ? emang boleh bayar pakek daun ? secara keluarga mereka sudah ditetapkan oleh badan Meteorologi dan Geo Fisika sebagai kelurga ekonomi “Darurat”  he he. Mo ngotak ngatik pikiran Katty dengan tipu muslihat, mereka sudah gak bias, soalnya ini berhubungan langsung dengan Sumiatun, Umminya Katy yang kegalakannya sudah membabi buta. Huh, Ruqoyyah dan Suteyem dibikin pusing memikirnya serasa pengen nelan sapi hidup-hidup..
“ Ya udah miss Racheal ntar kita sama-sama baca Yasin, dalam tangisnya Sutiyem berkomentar.
“Maksudnya ?” Ruqoyyah tegas penuh tanda Tanya.
‘’Katty kan mau pergi, katanya yang berhubungan dengan kepergian seseorang, kita harus baca Yasin ?’’ Sutiyem menjelaskan, dengan mimik muka lugu,
’Ukhh !! Miss. Tania yang baca yasin itu kalau seseorang pergi ke rahmatulloh. Alias metong’’ Rukayyah di buat geram.
‘’Ya truss kita mau baca apa dong ?’’
‘’Baca komik !!’’ Ruqayyah pergi menjauh, sementara Sutiyem masih mengambang di bawah pohon Bambu.
Katty mengepak barang-barang ke dalam Tas. Besok ia akan balik ke pesantren. tak lupa ia masukkan kotak alarm warna hitam. Alarm yang di selipkan foto One Direction di dalam, sedangkan untuk Hp tersayang Katty mempersembahkan satu lagu yang romantic, milik bang Hj. Roma Irama. ‘’Malam Terakhir’’ Malam ini malam terakhir bagi kita, untuk mencurahkan rasa rindu di dada. Esok aku akan pergi lama kembali, kuharapkan kau sabar menanti’’
Suara Katty membahana. Menyanyi pake goyang lumba-lumba. Umi dan Abinya hampir ngak konsen sholat jamaah Maghrib. Ngakunya sih Katty ngak suka music dangdut. Katanya musik dangdun itu musiknya emak-emak. Sekarang ia malah menelan jidatnya sendiri. Upsss, salah ! Nelan ludah sendiri. Nyanyi musik dangdut bonus goyang lumba-lumba. Katty mau puas-puasin ama Hpnya semalam online dan chatting, sebelum besok ia di borgol di pesantren, di pesantrenya ngak boleh bawa Hp. Pasti ia bakalan rindu ama teman-temannya di FB. Apalagi ama si Zain. 
Tapi tadi di chatting Mr. Zain ngajak ketemu entar habis isya’. Katty ngak sabar ketemu Mr. Zain.bener ngak yach kalau si Mr. Zain adalah ustad Bari.
Dari tadi mata Katty seliweran kemana-mana di dalam Musholla, di dalam musholla hanya tinggal ustadz Bari mengangkat tangan berdoa.
‘’Hmmzz, calon imam rumah tangga idaman nich !’’ Pikir Katty sambil mengotak-atik handphone.sampe’ bengkak.
Usai sholah berjamaah di musholla Katty ogah pulang, ia ngak sabar ketemu si Mr. Zain. Seperti yang di sepakati di depan musholla. Sementara di depan tempat ia duduk, terlihat dari tadi si Mu’in mondar-mandir kayak seterikaan. Terlihat sama seperti dirinya celingak-celinguk kanan kiri. Seperti menunggu seseorang. Mu’in mencoba memencet tombol Blackberry, menekan tombol panggilan. Terdengar di sekitar dering handphone sangat lantang. Ternyata bunyi Hp milik Katty. Mu’in dan Katty, mereka terjebak permainan mereka sendiri selama ini. Mu’in kembali mengulang Missed Call untuk meyakinkan dirinya sendiri. Namun lagi-lagi handphone Katty kembali berdering. Katty melotot kearah Mu’in begitu pula sebaliknya. Benak mereka memikirkan hal yang sama. Hingga mengeluarkan asap (lirik film komedi)
            ‘’Kamu Miss. Katty Online bukan ??’’ Tanya Mu’in masih meyakinkan dirinya. Katty mengangguk pelan.
‘’Ellu Mr, Zain, bukan ?’’ Tanya Katty balik. Mu’in Hanya mengiyakan.
‘’Aaaggh, Dul Mu’in .. !!’’           
’Ya elah Kutsiyyah ..!!’’ Mereka kompak di depan musholla. Kemudian sama-sama melakukan
’Sujud Musibah’’

* Syamsa Adam

2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar