Engkau
kemana ?
Tadi
pagi aku cari-cari
Seperti
pengembala yang sedang kehilangan anak sapi
Tadi
siang pun, aku lihat sepeda usang penuh debu
Hingga
aku mengantuk, ingat selalu seribu pesanmu
Lelah
juga, aku tak mau lelah !
Titik
.. !!
Sore
ini, tabuh rebana mu tengah basah dalam tangisan.
Hingga
mengkoyak-koyak hati menjadi beling-beling pecahan
Ayah…!! Aku haus …
Aku
rindu senyum hangat teh hijau suguhan bibirmu
Kemarau
panjang melapisi baja hati yang kedinginan
Seperti
beduk yang tak henti memukul kegelisahan.
Ini
malam jum’at, ayah !!…
Pulang
…pulang …
Aku
buatkan engkau satu hidangan spesial
Satu
bait yasin ..
Tak
henti mendendangkan isakan -
*Puisi ditulis bersama cerpen ''Rembulan Terakhir Di mata Ayah'' untuk mengenang senja pada peristiwa, 7 syawal 1433 H, saat kematian ayah, sahabat Badruddin, Karpote, Blega-Bangkalan, semoga amal baik beliu di terima di sisi Alloh Swt, Amin -

Tidak ada komentar:
Posting Komentar