Jumat, 24 Januari 2014

Ayah

Engkau kemana ?

Tadi pagi aku cari-cari

Seperti pengembala yang sedang kehilangan anak sapi

Tadi siang pun, aku lihat sepeda usang penuh debu

Hingga aku mengantuk, ingat selalu seribu pesanmu

Lelah juga, aku tak mau lelah !

Titik .. !!

Sore ini, tabuh rebana mu tengah basah dalam tangisan.

Hingga mengkoyak-koyak hati menjadi beling-beling pecahan

Ayah…!!  Aku haus …

Aku rindu senyum hangat teh hijau suguhan bibirmu

Kemarau panjang melapisi baja hati yang kedinginan

Seperti beduk yang tak henti memukul kegelisahan.

Ini malam jum’at, ayah !!…

Pulang …pulang …

Aku buatkan engkau satu hidangan spesial

Satu bait yasin ..

Tak henti mendendangkan isakan -


*Puisi ditulis bersama cerpen ''Rembulan Terakhir Di mata Ayah'' untuk mengenang senja pada peristiwa, 7 syawal 1433 H, saat kematian ayah, sahabat Badruddin, Karpote, Blega-Bangkalan, semoga amal baik beliu di terima di sisi Alloh Swt, Amin -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar