Kamis, 02 Januari 2014

Melati Di padang Ilalang


           Hatiku meleleh bersama terpaan ombak di batu karang,langit sore menjamah pulauku yang kini di naungi awan merah,semerah hatiku yang masih menata detak jantungku,aku lemah oleh keadaan,keadaan yang membuatku hancur seperti butir-butir pasir di lautan ini,kupandangi kertas kelabu itu,hatiku semakin hancur ingin rasanya kulempar kertas kelabu itu bersama dukaku ketengah lautan, biar basah, biar bermain dengan lumba-lumba,biar dukaku hilang. Ciplakan air laut gemerisik bersamaan dengan suara gaung adzan magrib membuatku teringat kekasihku tahun lalu saat dia dan aku berdua duduk di batu karang ini menunggu senja mencapai petang hingga burung-burung camar kembali keperaduannya di laut asin ini,mengingat kembali kisah-kisah kami berdua,dia mengajariku membaca,menulis,dan apapun yang ia ketahui,aku sadar aku gadis desa,ya, walaupun banyak orang bilang aku kembang desa,tapi apa sich.. arti kecantikan luar,kecantikan luar hanyalah polesan yang bisa pudar kapan saja,aku yakin damar mencintaiku bukan karena kecantikan-ku tapi ia mencintaiku dengan tulus
            Malam  menutup senja gelap,suara–suara adzan mulai sunyi,tak satupun burung camar yang beterbangan di langit aku beranjak dari tempatku,kulihat seorang anak kecil melambai tangannya padaku.ia adalah arya adik kecilku yang baru berumur lima tahun,kurangkul bahunya,ia menatapku,tatapannya syahdu "Kak tadi ada banyak orang datang  ke rumah katanya mau melamar kakak "kata Aryan tersendat-sendat "Kak kenapa sih kakak selalu menolak kalau ada orang yang mau melamar, kan enak kak jadi penganten "ucap Aryan lugu.aku hanya diam,ku belai rambutnya yang hitam kemudian ia menatapku lagi,tatapannya semakin syahdu,hatiku meleleh oleh tatapan itu sehingga mengingatkan aku pada almarhm ibu,beliau selalu berpesan agar aku selalu menjaga Aryan,ibuku meninggal setelah beberapa hari melahirkan Aryan,sekarang aku hanya hidup dengan bapak dan Aryan,sementara bapak sudah tua dan sering sakit-sakitan,ia sudah tidak sanggup lagi berkerja sebagai nelayan,ia sering menyuruhku agar segera kawin agar hidup kami segera tercukupi aku bingung ketika bapak ngomong seperti itu
            Malam berselimut kabut,tirai terkuak angin beberapa kali,malam benar-benar dingin menusuk tulang,ku lihat jarum jam menunjukkan pukul sembilan,ku tatapi kertas kelabu itu lamat-lamat, aku bingung hatiku benar-benar meleleh,kertas kelabu itu dari damar kekasihku yang meningglakan aku sendirian demi keinginannya menjadi pemimpin penerbangan antar kota,aku tak tahu apa yang ia mau,ia menggantungkan hubungan kami,aku tahu ia mencintaiku,tapi mengapa ia memutuskan hubungan ini sementara ia mengatakan masih mencintaiku,aku tak mengerti dengan semua ini.Ku tundukkan kepalaku dan tiba-tiba bapak menghanpiriku,kutatapi wajahnya yang sudah keriput,ia membalas menatapku dalam-dalam
"Ndok..!bapak tahu kamu dan nak Damar saling mencintai,tapi kamu ndak mungkin menikah dengannya,ia orang besar,bapaknya seorang gubenur,apalagi ia sekarang akan di angkat menjadi pemimpin perusahaan penerbangan,Ingat status mu nduk..! kita ini orang miskin,ia orang berada terlalu jauh perbedaan kati,lebih baik lupakan saja dia, .!" ucap bapak,sementara aku hanya bisa mendengarkan saja apa yang di omongkan bapak "oh..ya..!tadi sore nak Ilyas datang kesini ia hendak melamarmu tapi kalau boleh bapak beri saran terima saja lamaran nak Ilyas bukankah kalian duku sudah bersahabat"kata bapak meyakinkanku agar menerima lamaran Ilyas,aku bener-bener bingun apa yang harus aku lakukan aku benar-benar tidak bisa melupakan Damar ,ia begitu baik pada aku tak bisa memberika begitu saja posisi Damar di hati ku pada Ilyas,kerena aku tidak mencintainya walaupun aku tahu ia sangat baik padaku,tapi aku tetap tidak bisa menerimanya untuk merajuk bahtera rumah tangga dengan Ilyas,Oh tuhan tolonglah aku benarkah keputusan ku ini untuk tetep tidak menerima Ilyas menjadi sandaran hidup hamba Mu yang lemah ini..
            Matahari bersinar terik bertengger di balik pohon beluntas,kupijaki ilalang yang makin memanjang disampaing rumah,walau terkadang kakiku tergores luka memijaki ilalang itu,aku berlari menuju rumah pak RT kata pembantunya ada Teifon dari Malaysia katanya Danar ingin bicara denganku,aku berharap ia baik-baik saja,aku terus berlari menuju rumah pak RT dan sesampainya di sana aku langsung masuk ke dalam rumah beliau kudapati pak RT sudah menungguku kemudian beliau memberikan gagang telefonnya pada ku"Hallo melati maafkan aku,aku tahu aku salah,aku telah memutuskan hubungan ini dan aku telah menggantungkan kamu,tapi aku ingin menyampaikan kabar baik padamu,Bapak dan Ibuku sudah merestui hubungan kita,kita bisa menikah secepatnya Mel..!"Ucap Damar singkat,kundahku tiba-tiba hilang setelah mendengarkan taka-kata Damar,kata-kata itu mampu menyejukkan hatiku "Benarkah itu Damar"tanyaku meyakinkan "ia mel..! aku serius"jawab Damar meyakinkan aku,tak terasa air mataku menetes,aku bahagia mendengar kabar itu.Angin gemerisik menyapa kulit dan rambutku yang panjang,bunga-bunga bakung bersemi bersamaan dengan hembusan kabar itu
            Hari-hari berlalu lambat laun ,rentang waktu bergulir bersama kesepakatan,kesepakatan antara pernikahanku dengan Damar,aku bahagia ,bunga-bunga melati di teras rumah berbunga semerbak seperti hatiku,akat nikah akan di lakukan disini,di samping padang ilalang rumahku,kurasa bapak juga merasakan kebahagiaan yang aku rasakan,begitu pula dengan Aryan.Ia selalu bernyanyi lagu penganten,kutatap wajah Aryan,ia tersenyum padaku "kak,kakak mau jadi penganten ya..?"Tanya Aryan "kakak cantik deh.. kalau jadi penganten"katanya lagi seraya menatapku yang mengenakan gaun penganten.Pagi masih mengantuk,akad nikah akan di laksanakan nanti,kira-kira pukul seuluh.Satu jam lagi Damar akan mendarat di bandara seokarno hatta ,aku berharap agar semuanya baik-baik saja.Ku persiapkan segala keperluan sebelum akat nikah di mulai,sementara adik semata wayangku tak pernah melepaskan pandangannya dariku,ia selalu memuji ke cantikanku,satu jam telah berlalu saja tapi tak ada kabar tetangke datangan Damar di Indonesia,tiba-tiba perasaanku merasa tidak enak seperti sudah terjadi sesuatu pada Damar,mata sebelah kiriku bergerak-gerak kata orang jawa itu menandakan hal yang kurang baik sudah terjadi aku semakin kawatir sudah terjadi sesuatu dengan  Damar,kutundukkan kepalaku pusing,bunga-bunga melati disanggul rambutku berjatuhan aku bener-bener takut sudah terjadi sesuatu pada damar.
            "kak,mana kak Danar? katanya sudah mau nyampak "Tanya Arya seraya menarik tanganku,aku hanya diam,tak memperduliakan pertanyaan Aryan,jam sudah menunjukkan pukul sebelas semua orang telah lama hadir dua jam yang lalu,diantara mereka saling berbisik,entah apa yang di bisikkan,aku tak tahu,tiba-tiba bapak mendekatiku matanya berkaca-kaca menghiasi wajah keriputnya,ia memandangiku "melati kamu yang tabah ya..nak" Darrr.. jantungku merasa copot apa sebenernya maksuk bapak Tanya ku pada diri sendiri "barusan pak RT dapat kabar bahwa Damar..,!pesawat yang ditumpangi nak Damar menglami kecelakaan,sebelum mendarat dan polisi sudah menditeksi keberadaan  korban,termasuk nak Damar tapi mereka tidak di ketemukan.terik matahari seakan-akan mau membakarku,langin seakan runtuh tangis ku pecah, kuharap semua yang ku  dengar barusan dari bapak itu salah,aku berlari diatas ilalang yang menggores gaun pengantinku,aku terus berlari menuju pantai,tempat dimana aku selalu bersama Damar menatap langit,ombak dan lumba-lumba. Di atas batu karang aku duduk angin semilir membelai mesra rambutku,menarik-narik ujung gaun pengantinku,hatiku meleleh menetesi luat asin ini dan ku pandangi laut yang membiru.
"Melati aku tahu perasaanmu,mungkin semua ini sudah suratan takdir Nya,sebagai insane kita harus berikhtiar,itulah yang ku dapati dari diri mu,kamu selalu tegar,itu yang ku suka dari diri mu,mungkin terlalu berat bagimu tapi kau harus menerimanya "kata Ilyas.rupanya dia mengikutiku dari belakang,ku tatap wajahnya, ia mengiba,ia memang baik dan selalu menasehati ku ketika aku ada masalah."Ilyas terima kasih atas perhatianmu aku juga minta maaf atas sikapku "
"Sudahlah Mel ,aku tahu cumin ada Damar di hatimu ,aku mengerti,sekarang pulanglah kasihan bapak dan adikmu Aryan mereka juga terpukul atas kejadian ini "ujar Ilyas lagi."terima kasih Ilyas"balasku,tanpa sengaja aku peluk tubuh Ilyas dengan erat ia pun membiarkan aku memeluk tubuhnya ,ia bener-bener baik .Burung burung camar berterbangan ,angin semilir menenangkan aku yang sedang kelu.
            Malam berkabut menyelimuti dedaunan,kutatapi raut muka bapak kasihan dia bapak terkena struk semua ini gara-gara aku,aku bener-bener merasa bersalah,ia selalu duduk sambil menapku iba setelah kejadian  beberapa hari yang lalu ,aku tak tega dengan melihat keadaan bapak,kemudian aku coba melangkah mendekatinya 
"pak maafin Melati ,semua ini gara-gara Melati sehingga membuat bapak seperti ini "ucapku pada bapak  
 "Mel..nggak ada yang harus dipersalahkan,kamu tidak bersalah ini semua sudah menjadi takdir kita yang kita harus bisa melewatinya dengan sabar ,oh..Ya..nduk tadi ada  nak Andi dan nak Parto datang kesini mereka berniat untuk melamar kamu nak"ucap bapak dengan suara pelan.aku bingung apa yang harus aku lakukan,lagian memgapa sich pemuda di kampungku ini semuanya suka padaku seperti nggak ada cewek cantik lagi di dunia ini"pak Melati memutuskan untuk menerima Ilyas dan menikah dengannya,ku rasa Ilyaslah yang lebih cocok untuk menjadi mendampingi hidup Melati dari pada mereka berdua "ujarku meyakinkan bapak walau aku sendiri masih sedikit terauma dengan kejadian beberapa hari lalu"apa ..kamu bener-bener mau menikah dengan nak Ilyas nduk"
Tanya bapak masih ragu-ragu,kemudian ku anggukkan kepalaku meyakinkan bapak.
            Dua puluh hari berlalu dengan persiapan pernikahanku dengan Ilyas,burung-burung camar menukik melantunkan lagu kebahagiaan,ilalang digerak-gerakkan angin musim,subuh sudah berlalu begitu saja "fabiayyi ala irobbikuma tukaddziban" " tabarakas mu robbika dzil jalali wal iqram"lantunan ayat-ayat suci yang di baca Iryas menggema di seluruh penjuru rumah "kak Ilyas akan selalu berdo'a buat kakak agar kakak selalu mendapatkan yang terbaik"ujar Iryas,seraya menutup Al-quran yang ia baca,kutatap wajah lugu Iryas ia tersenyum mencoba menghiburku.
            Pagi bersemi di antara ilalang liar,kupakai gaun pengantenku yang telah kupersiapkan untuk pernikahanku dengan Damar tempo hari lalu,bunga-bunga melati bertebaran semerbak wangi di setiap ruangan,matahari memancar indah terik diatas padang ilalang,kutatap keluarga Ilyas baru hadir,Ilyas berada di barisan pertama memakai jas hitam ia terlihat gagah dan tampan,dan ku tatap sekelilingku semua orang tersenyum sementara penghulu sudah setembai dari tadi sebelu keluarga Ilyas datang kemudian kami pun berkumpul untuk melangsungkan akat nikah,aku duduk di sebelah kanan Ilyas di depan penghulu,sesekali Ilyas menatapku matanya beerkaca-kaca,tangan Ilyas menyalami tangan pak penghulu,ketika acara di mulai,tiba-tiba ku temukan wajah Damar di antara para tamu ia menangis melihat aku bersanding dengan Ilyas
"Damar ..apakah itu kamu?"tanyaku dengan suara lantang,semua orang tertegun menatapku,ku kucek-kucek mataku berkali-kali meyakinkan ini bukan sebuah mimpi,ternyata bener ini bukan mimpi,ini kenyataan Damar berdiri dari tempat duduknya dan mendekat pada kami kemudian Ilyas bangun,kemudian ia menatapku,air matanya jatuh satu persatu,dan tiba-tiba Ilyas memeluk Damar,begitu pula dengan Damar
 "Damar aku tahu kalian berdua saling mencintai,maafkan aku atas kejadian ini,aku bersyukur akad nikah ini belum terlaksana,kemarilah Damar gantikan aku menikahi melati "ucap Ilyas,semua tamu terbelalak,air mataku berjatuhan tak tertahankan,hatiku meleleh karena bahagia Damar memeluk Ilyas sekali lagi, Damar terharu dengan sikap Ilyas,kemudian ia mengalihkan pengdangannya padaku dan ia mendekatiku,ku lihat ia sesekali meneteskan air matanya,tak terasa aku juga menghampirinya dan kupeluk dia dengan rasa rindu yang sangat mendalam iapun membalas pelukan ku itu sepertinya ia merasakan apa yang aku rasakan saat itu"Damar kemana saja kamu selama ini,aku sangat merindukan mu,aku sangat hawatir kalau terjadi sesuatu padamu ,damar kamu harus berjanji pada ku kalau kamu tidak akan lagi meninggalkan aku sendirian lagi"kataku disertai isak tangis dalam pangkuan Damar
"Mel..!aku juga sangat merindukanmu,aku janji tidak akan meninggalkan kamu lagi sendirin sayang" balas Damar seraya mengelus-elus rambutku yang panjang,kamipun larut dalam pelukam kami. Ilalang bertepuk-tepuk melihat kebahagian ini, burung-burung camarpun menukik diatas langit yang cerah,aku bersyukur atas karuniaNya.Ilyas terima kasih atas semua yang kau lakukan padaku hari ini,ujarku dalam hati.



* Mkd Aan's

2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar