Hatiku meleleh bersama terpaan ombak di batu
karang,langit sore menjamah pulauku yang kini di naungi awan merah,semerah
hatiku yang masih menata detak jantungku,aku lemah oleh keadaan,keadaan yang
membuatku hancur seperti butir-butir pasir di lautan ini,kupandangi kertas
kelabu itu,hatiku semakin hancur ingin rasanya kulempar kertas kelabu itu
bersama dukaku ketengah lautan, biar basah, biar bermain dengan lumba-lumba,biar
dukaku hilang. Ciplakan air laut gemerisik bersamaan dengan suara gaung adzan
magrib membuatku teringat kekasihku tahun lalu saat dia dan aku berdua duduk di
batu karang ini menunggu senja mencapai petang hingga burung-burung camar
kembali keperaduannya di laut asin ini,mengingat kembali kisah-kisah kami
berdua,dia mengajariku membaca,menulis,dan apapun yang ia ketahui,aku sadar aku
gadis desa,ya, walaupun banyak orang bilang aku kembang desa,tapi apa sich..
arti kecantikan luar,kecantikan luar hanyalah polesan yang bisa pudar kapan
saja,aku yakin damar mencintaiku bukan karena kecantikan-ku tapi ia mencintaiku
dengan tulus
Malam menutup senja gelap,suara–suara adzan mulai
sunyi,tak satupun burung camar yang beterbangan di langit aku beranjak dari
tempatku,kulihat seorang anak kecil melambai tangannya padaku.ia adalah arya
adik kecilku yang baru berumur lima tahun,kurangkul bahunya,ia menatapku,tatapannya
syahdu "Kak tadi ada banyak orang datang
ke rumah katanya mau melamar kakak "kata Aryan tersendat-sendat
"Kak kenapa sih kakak selalu menolak kalau ada orang yang mau melamar, kan
enak kak jadi penganten "ucap Aryan lugu.aku hanya diam,ku belai rambutnya
yang hitam kemudian ia menatapku lagi,tatapannya semakin syahdu,hatiku meleleh
oleh tatapan itu sehingga mengingatkan aku pada almarhm ibu,beliau selalu
berpesan agar aku selalu menjaga Aryan,ibuku meninggal setelah beberapa hari
melahirkan Aryan,sekarang aku hanya hidup dengan bapak dan Aryan,sementara
bapak sudah tua dan sering sakit-sakitan,ia sudah tidak sanggup lagi berkerja
sebagai nelayan,ia sering menyuruhku agar segera kawin agar hidup kami segera
tercukupi aku bingung ketika bapak ngomong seperti itu
Malam berselimut kabut,tirai terkuak
angin beberapa kali,malam benar-benar dingin menusuk tulang,ku lihat jarum jam
menunjukkan pukul sembilan,ku tatapi kertas kelabu itu lamat-lamat, aku bingung
hatiku benar-benar meleleh,kertas kelabu itu dari damar kekasihku yang
meningglakan aku sendirian demi keinginannya menjadi pemimpin penerbangan antar
kota,aku tak tahu apa yang ia mau,ia menggantungkan hubungan kami,aku tahu ia
mencintaiku,tapi mengapa ia memutuskan hubungan ini sementara ia mengatakan
masih mencintaiku,aku tak mengerti dengan semua ini.Ku tundukkan kepalaku dan
tiba-tiba bapak menghanpiriku,kutatapi wajahnya yang sudah keriput,ia membalas
menatapku dalam-dalam
"Ndok..!bapak tahu
kamu dan nak Damar saling mencintai,tapi kamu ndak mungkin menikah dengannya,ia
orang besar,bapaknya seorang gubenur,apalagi ia sekarang akan di angkat menjadi
pemimpin perusahaan penerbangan,Ingat status mu nduk..! kita ini orang miskin,ia
orang berada terlalu jauh perbedaan kati,lebih baik lupakan saja dia,
.!" ucap bapak,sementara aku hanya bisa mendengarkan saja apa yang di
omongkan bapak "oh..ya..!tadi sore nak Ilyas datang kesini ia hendak
melamarmu tapi kalau boleh bapak beri saran terima saja lamaran nak Ilyas
bukankah kalian duku sudah bersahabat"kata bapak meyakinkanku agar
menerima lamaran Ilyas,aku bener-bener bingun apa yang harus aku lakukan aku
benar-benar tidak bisa melupakan Damar ,ia begitu baik pada aku tak bisa
memberika begitu saja posisi Damar di hati ku pada Ilyas,kerena aku tidak mencintainya
walaupun aku tahu ia sangat baik padaku,tapi aku tetap tidak bisa menerimanya
untuk merajuk bahtera rumah tangga dengan Ilyas,Oh tuhan tolonglah aku benarkah
keputusan ku ini untuk tetep tidak menerima Ilyas menjadi sandaran hidup hamba
Mu yang lemah ini..
Matahari bersinar terik bertengger
di balik pohon beluntas,kupijaki ilalang yang makin memanjang disampaing
rumah,walau terkadang kakiku tergores luka memijaki ilalang itu,aku berlari
menuju rumah pak RT kata pembantunya ada Teifon dari Malaysia katanya Danar
ingin bicara denganku,aku berharap ia baik-baik saja,aku terus berlari menuju
rumah pak RT dan sesampainya di sana aku langsung masuk ke dalam rumah beliau
kudapati pak RT sudah menungguku kemudian beliau memberikan gagang telefonnya
pada ku"Hallo melati maafkan aku,aku tahu aku salah,aku telah memutuskan
hubungan ini dan aku telah menggantungkan kamu,tapi aku ingin menyampaikan
kabar baik padamu,Bapak dan Ibuku sudah merestui hubungan kita,kita bisa
menikah secepatnya Mel..!"Ucap Damar singkat,kundahku tiba-tiba hilang
setelah mendengarkan taka-kata Damar,kata-kata itu mampu menyejukkan hatiku
"Benarkah itu Damar"tanyaku meyakinkan "ia mel..! aku
serius"jawab Damar meyakinkan aku,tak terasa air mataku menetes,aku
bahagia mendengar kabar itu.Angin gemerisik menyapa kulit dan rambutku yang
panjang,bunga-bunga bakung bersemi bersamaan dengan hembusan kabar itu
Hari-hari berlalu lambat laun
,rentang waktu bergulir bersama kesepakatan,kesepakatan antara pernikahanku
dengan Damar,aku bahagia ,bunga-bunga melati di teras rumah berbunga semerbak
seperti hatiku,akat nikah akan di lakukan disini,di samping padang ilalang
rumahku,kurasa bapak juga merasakan kebahagiaan yang aku rasakan,begitu pula
dengan Aryan.Ia selalu bernyanyi lagu penganten,kutatap wajah Aryan,ia
tersenyum padaku "kak,kakak mau jadi penganten ya..?"Tanya Aryan
"kakak cantik deh.. kalau jadi penganten"katanya lagi seraya
menatapku yang mengenakan gaun penganten.Pagi masih mengantuk,akad nikah akan
di laksanakan nanti,kira-kira pukul seuluh.Satu jam lagi Damar akan mendarat di
bandara seokarno hatta ,aku berharap agar semuanya baik-baik saja.Ku persiapkan
segala keperluan sebelum akat nikah di mulai,sementara adik semata wayangku tak
pernah melepaskan pandangannya dariku,ia selalu memuji ke cantikanku,satu jam
telah berlalu saja tapi tak ada kabar tetangke datangan Damar di
Indonesia,tiba-tiba perasaanku merasa tidak enak seperti sudah terjadi sesuatu
pada Damar,mata sebelah kiriku bergerak-gerak kata orang jawa itu menandakan
hal yang kurang baik sudah terjadi aku semakin kawatir sudah terjadi sesuatu
dengan Damar,kutundukkan kepalaku
pusing,bunga-bunga melati disanggul rambutku berjatuhan aku bener-bener takut
sudah terjadi sesuatu pada damar.
"kak,mana kak Danar? katanya
sudah mau nyampak "Tanya Arya seraya menarik tanganku,aku hanya diam,tak
memperduliakan pertanyaan Aryan,jam sudah menunjukkan pukul sebelas semua orang
telah lama hadir dua jam yang lalu,diantara mereka saling berbisik,entah apa
yang di bisikkan,aku tak tahu,tiba-tiba bapak mendekatiku matanya berkaca-kaca
menghiasi wajah keriputnya,ia memandangiku "melati kamu yang tabah
ya..nak" Darrr.. jantungku merasa copot apa sebenernya maksuk bapak Tanya
ku pada diri sendiri "barusan pak RT dapat kabar bahwa Damar..,!pesawat
yang ditumpangi nak Damar menglami kecelakaan,sebelum mendarat dan polisi sudah
menditeksi keberadaan korban,termasuk
nak Damar tapi mereka tidak di ketemukan.terik matahari seakan-akan mau
membakarku,langin seakan runtuh tangis ku pecah, kuharap semua yang ku dengar barusan dari bapak itu salah,aku
berlari diatas ilalang yang menggores gaun pengantinku,aku terus berlari menuju
pantai,tempat dimana aku selalu bersama Damar menatap langit,ombak dan
lumba-lumba. Di atas batu karang aku duduk angin semilir membelai mesra
rambutku,menarik-narik ujung gaun pengantinku,hatiku meleleh menetesi luat asin
ini dan ku pandangi laut yang membiru.
"Melati aku tahu perasaanmu,mungkin semua
ini sudah suratan takdir Nya,sebagai insane kita harus berikhtiar,itulah yang
ku dapati dari diri mu,kamu selalu tegar,itu yang ku suka dari diri mu,mungkin
terlalu berat bagimu tapi kau harus menerimanya "kata Ilyas.rupanya dia
mengikutiku dari belakang,ku tatap wajahnya, ia mengiba,ia memang baik dan
selalu menasehati ku ketika aku ada masalah."Ilyas terima kasih atas
perhatianmu aku juga minta maaf atas sikapku "
"Sudahlah Mel ,aku tahu cumin ada Damar
di hatimu ,aku mengerti,sekarang pulanglah kasihan bapak dan adikmu Aryan
mereka juga terpukul atas kejadian ini "ujar Ilyas lagi."terima kasih
Ilyas"balasku,tanpa sengaja aku peluk tubuh Ilyas dengan erat ia pun
membiarkan aku memeluk tubuhnya ,ia bener-bener baik .Burung burung camar
berterbangan ,angin semilir menenangkan aku yang sedang kelu.
Malam berkabut menyelimuti
dedaunan,kutatapi raut muka bapak kasihan dia bapak terkena struk semua ini
gara-gara aku,aku bener-bener merasa bersalah,ia selalu duduk sambil menapku
iba setelah kejadian beberapa hari yang
lalu ,aku tak tega dengan melihat keadaan bapak,kemudian aku coba melangkah mendekatinya
"pak maafin Melati ,semua ini gara-gara
Melati sehingga membuat bapak seperti ini "ucapku pada bapak
"Mel..nggak ada yang harus
dipersalahkan,kamu tidak bersalah ini semua sudah menjadi takdir kita yang kita
harus bisa melewatinya dengan sabar ,oh..Ya..nduk tadi ada nak Andi dan nak Parto datang kesini mereka
berniat untuk melamar kamu nak"ucap bapak dengan suara pelan.aku bingung
apa yang harus aku lakukan,lagian memgapa sich pemuda di kampungku ini semuanya
suka padaku seperti nggak ada cewek cantik lagi di dunia ini"pak Melati
memutuskan untuk menerima Ilyas dan menikah dengannya,ku rasa Ilyaslah yang
lebih cocok untuk menjadi mendampingi hidup Melati dari pada mereka berdua
"ujarku meyakinkan bapak walau aku sendiri masih sedikit terauma dengan
kejadian beberapa hari lalu"apa ..kamu bener-bener mau menikah dengan nak
Ilyas nduk"
Tanya bapak masih
ragu-ragu,kemudian ku anggukkan kepalaku meyakinkan bapak.
Dua puluh hari berlalu dengan
persiapan pernikahanku dengan Ilyas,burung-burung camar menukik melantunkan
lagu kebahagiaan,ilalang digerak-gerakkan angin musim,subuh sudah berlalu
begitu saja "fabiayyi ala irobbikuma tukaddziban" " tabarakas mu
robbika dzil jalali wal iqram"lantunan ayat-ayat suci yang di baca Iryas menggema
di seluruh penjuru rumah "kak Ilyas akan selalu berdo'a buat kakak agar
kakak selalu mendapatkan yang terbaik"ujar Iryas,seraya menutup Al-quran
yang ia baca,kutatap wajah lugu Iryas ia tersenyum mencoba menghiburku.
Pagi bersemi di antara ilalang liar,kupakai gaun pengantenku
yang telah kupersiapkan untuk pernikahanku dengan Damar tempo hari
lalu,bunga-bunga melati bertebaran semerbak wangi di setiap ruangan,matahari
memancar indah terik diatas padang ilalang,kutatap keluarga Ilyas baru
hadir,Ilyas berada di barisan pertama memakai jas hitam ia terlihat gagah dan
tampan,dan ku tatap sekelilingku semua orang tersenyum sementara penghulu sudah
setembai dari tadi sebelu keluarga Ilyas datang kemudian kami pun berkumpul
untuk melangsungkan akat nikah,aku duduk di sebelah kanan Ilyas di depan
penghulu,sesekali Ilyas menatapku matanya beerkaca-kaca,tangan Ilyas menyalami
tangan pak penghulu,ketika acara di mulai,tiba-tiba ku temukan wajah Damar di
antara para tamu ia menangis melihat aku bersanding dengan Ilyas
"Damar ..apakah
itu kamu?"tanyaku dengan suara lantang,semua orang tertegun menatapku,ku
kucek-kucek mataku berkali-kali meyakinkan ini bukan sebuah mimpi,ternyata
bener ini bukan mimpi,ini kenyataan Damar berdiri dari tempat duduknya dan
mendekat pada kami kemudian Ilyas bangun,kemudian ia menatapku,air matanya
jatuh satu persatu,dan tiba-tiba Ilyas memeluk Damar,begitu pula dengan Damar
"Damar aku tahu kalian berdua saling
mencintai,maafkan aku atas kejadian ini,aku bersyukur akad nikah ini belum
terlaksana,kemarilah Damar gantikan aku menikahi melati "ucap Ilyas,semua
tamu terbelalak,air mataku berjatuhan tak tertahankan,hatiku meleleh karena
bahagia Damar memeluk Ilyas sekali lagi, Damar terharu dengan sikap
Ilyas,kemudian ia mengalihkan pengdangannya padaku dan ia mendekatiku,ku lihat
ia sesekali meneteskan air matanya,tak terasa aku juga menghampirinya dan
kupeluk dia dengan rasa rindu yang sangat mendalam iapun membalas pelukan ku
itu sepertinya ia merasakan apa yang aku rasakan saat itu"Damar kemana
saja kamu selama ini,aku sangat merindukan mu,aku sangat hawatir kalau terjadi
sesuatu padamu ,damar kamu harus berjanji pada ku kalau kamu tidak akan lagi
meninggalkan aku sendirian lagi"kataku disertai isak tangis dalam pangkuan
Damar
"Mel..!aku juga
sangat merindukanmu,aku janji tidak akan meninggalkan kamu lagi sendirin
sayang" balas Damar seraya mengelus-elus rambutku yang panjang,kamipun
larut dalam pelukam kami. Ilalang bertepuk-tepuk melihat kebahagian ini, burung-burung
camarpun menukik diatas langit yang cerah,aku bersyukur atas karuniaNya.Ilyas
terima kasih atas semua yang kau lakukan padaku hari ini,ujarku dalam hati.
* Mkd Aan's
2009

Tidak ada komentar:
Posting Komentar