Membingkai dahaga
memulihkan kansentarasi
Disaat ku rasakan
sengatan sinar matahari
Sebelum embun
Bertengger di
singgasana dedaunan
Membunyikan tabuhan
gendang yang sering memaksa
Untuk dinyanikan
Hawa
Ku tagih janjimu
Lewat angin-angin
pagi
Sebab engkau
bertandang tapi tak ada kata sayang
Padahal yang kuharapkan
Senyummu dapat
mengadaptasi
Aku yang makin lelah
menjalani
Kehidupan tanpa arti
Mungkinkah pesonamu
bukanlah netto
Seperti bungkus tanpa
permen manis
Tapi sebuah imitasi
yang kecut
Sebab kristal dimatamu
Kini telah membeku
Mamahat sebuah patung
boneka salju
Yang slalu..
Mencibir sinis
dikalbu -

Tidak ada komentar:
Posting Komentar