Minggu, 28 Juni 2015

Esensi Takwa



Esensi Takwa
 
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله الد وقف من شاء من عباده لاداء فضل الطاعات واكتساب اكمال السعادات. واشهد ان لااله الاالله المتصف بجميع الكمالات واشهد ان شيدنامحمدعبدهورسوله افضل المخلوقات صلى الله عليه وسلموعلى اله واصحابه صلاة وسلاما دا غين ما دامت الارض والسموات

Salam Penghormatan : Kepada, ....
             Pertama-tama segala puja puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT. karena dengan lmpahan Rahamat-Nya kita dapat bertatap muka, beradu pandang di tempat yang penuh barokah ini dengan tujuan yang mulia jiwa kita telah dimantapkan-Nya dalam keinginan selalui tertuju untuk menuntut ilmu sebagai mana predikat yang kita sebagai santri.
            Limpahan Sholawat terindah dan termulia semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan sang ibnu Abdillah, pejuang dalam menegakkan cahaya terang keabadian, yakni baginda Nabi besar Muhammad Saw. Sebab berkat perjuangan beliau lah sehingga sampai saat ini kita dapat merasakan dan menghirup sejuk damainya dunia, kita juga depat  membedakan mana yang haq dan nama yang batil, dan kita pun dapat teteap memilih satu jalan ''Sirotol Mustaqim'' yang pasti semua itu adalah bentuk hasil dari pada perjuangan Beliau baginda Nabi.



Rekan- rekan santri yang kami cinta dan kami sayangi.

            Telah mendarah daging dalam diri kita, selaku hamba Alloh yang dimulyakannya, bahwa Kita selalu di perintah supaya untuk tetap bertaqwa kepada Allah  SWT. Sedangkan esensi taqwa adalah semata-mata kita memurnikan ibadah kita dengan menjahui larangan Alloh serta mengerjakan apa yang telah menjadi perintah-Nya. Dan di antara jalan menuju Taqwa itu sangat banyak pilar-pilar atau bagian-bagian yang harus kita penuhi. di antaranya ialah dengan menegakkan amal ma'ruf  nahi mungkar, amar ma'ruf yang berarti memerintahkan agar seseorang berbuat baik, berbuat kebajikan, dan berbuat yang di ridho'i oleh Allah SWT. Sedangkan nahi mungkar berarti melarang dan mencegah seseorang untuk berbuat kejahatan maksiat atau berbuat sesuatu yang tidak di ridhoi Allah.



            Menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar ini sangat di anjurkan sekali di dalam agama islam. Karena inti dari keselamatan seoarang insan itu ada dua, dan keduanya terkandung dalam esensi ketakwaan, yaitu mengerjakan kebaikan yang jika mengerjakannya akan membuat kita menuai pahala, dan apabila kita menjahui larangan-Nya, kita akan mendapatkan siksaan baik didunia ini ataupun diakhirat kelak.  Semakin banyak seseorang yang beramal ma'ruf nahi mungkar, maka agama islam syiarnya semakin bertambah. Begitu pun sebaliknya di kalau kita sebagi muslim sudah enggan  beramal ma'ruf nahi mungkar, maka jangan harap syiar agama islam akan bertambah dan mencapai masa keemasannya, bahkan yang terjadi agama islam akan suram karena terlalu banyak orang yang berbuat maksiat.       

            Maka sungguh sangat di sayangkan agama yang dulu terang dengan syiar-syiarnya, kini menjadi suram karena banyaknya kaum muslim yang tidak menghiraukan dan mengabaikan amar ma'ruf nahi mungkar, oleh sebab itu bagi setiap kaum muslimin yang mukallaf, baik itu laki-laki maupun perempuan sudah wajib menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar, sebab itu hukumnya Fardho Kifayah.



Rosullullah SWT. Bersabda :

            “Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran maka hindaknya ia merubah dengan tangannya bila ia tidak bisa mapu, maka hendaknya dengan lisanya, bila ia masih belum mampu maka hendaknya dengan hatinya yang demikian itu adalah selemah-lemahnya imam”.



            Hadis di atau sudah jelas bahwa dalam keadaan bagaimanapun dan sesulit apapun kita di dalam menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar, kita tida boleh menyerah dan berputus asa, sehingga di jelaskan jikalau kemungkaran itu sudah berani menantang. Sedangkan kita mampu membasminya dengan kekerasan, kekuatan tangan dan lidah , akan tetapi di khawatirkan bila terjadi bahaya yang lebih besar terhadap kaum muslimin maka cukup di dalam hati saja.

           

Rekan–rekan santri yang berbahagia.

Kita lihat dunia semakin maju dan perkembangan teknologi yang banyak membuat manusia semakin mementingkan duniawi saja dari pada akhiratnya, barang tentu semua ini  satu penyebab semakin banyaknya manusia membuat dosa dan semakin lupa sama kewajibannya untuk menegakkan amal ma'ruf nahi mungkar sementara ia tidak menyadari atau pura-pura tidak mengerti bahwa yang di lakukannya itu perbuatan dosa.

            Setelah melihat keadaan yang seperti inilah, kewajiban kita untuk memeranginya sebagai upaya memendung ke maksiatan agar tidak  menyebar ke daerah–daerah yang masih baik sebagaimana di tempat kita pulau Mandangin tercinta ini, sungguh mulia pekerjaan ini bila kita sanggup mengatasinya, akan tetapi bila kita diam saja setelah melihat keadaan yang seperti ini muka kita tergolong orang yang berdosa besar, maka dari itu kalau sudah banyak yang tidak mau beramal ma'ruf naki mungkar lagi, sudah pasti kejahatan akan meraja lela, sehingga kita akan binasa di telan kejahatan.

           

Demikian pidato  yang dapat saya sampaikan  kurang lebihnya mohon maaf. Apabila terdapat kesalahan, karena pada hakekatnya manusia di ciptakan dalam fitrah yang pada dirinya sudah ditetapkan sebagai makhluk yang sering melakukan salah dan dosa, untuk itu saya mohon maaf sebesar-besarnya apabila ada kesalahan, baik secara qauliyyah ataupun fi’liyyah.


ثم السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Tidak ada komentar:

Posting Komentar