Esensi Takwa
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله الد وقف من شاء من عباده لاداء فضل
الطاعات واكتساب اكمال السعادات. واشهد ان لااله الاالله المتصف بجميع الكمالات
واشهد ان شيدنامحمدعبدهورسوله افضل المخلوقات صلى الله عليه وسلموعلى اله واصحابه
صلاة وسلاما دا غين ما دامت الارض والسموات
Salam Penghormatan : Kepada, ....
Pertama-tama segala puja puji syukur marilah
kita panjatkan kehadirat Allah SWT. karena dengan lmpahan Rahamat-Nya kita
dapat bertatap muka, beradu pandang di tempat yang penuh barokah ini dengan
tujuan yang mulia jiwa kita telah dimantapkan-Nya dalam keinginan selalui
tertuju untuk menuntut ilmu sebagai mana predikat yang kita sebagai santri.
Limpahan
Sholawat terindah dan termulia semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan sang
ibnu Abdillah, pejuang dalam menegakkan cahaya terang keabadian, yakni baginda
Nabi besar Muhammad Saw. Sebab berkat perjuangan beliau lah sehingga sampai
saat ini kita dapat merasakan dan menghirup sejuk damainya dunia, kita juga
depat membedakan mana yang haq dan nama
yang batil, dan kita pun dapat teteap memilih satu jalan ''Sirotol
Mustaqim'' yang pasti semua itu adalah bentuk hasil dari pada perjuangan
Beliau baginda Nabi.
Rekan- rekan santri yang
kami cinta dan kami sayangi.
Telah mendarah daging dalam diri kita,
selaku hamba Alloh yang dimulyakannya, bahwa Kita selalu di perintah supaya
untuk tetap bertaqwa kepada Allah SWT. Sedangkan
esensi taqwa adalah semata-mata kita memurnikan ibadah kita dengan menjahui
larangan Alloh serta mengerjakan apa yang telah menjadi perintah-Nya. Dan di
antara jalan menuju Taqwa itu sangat banyak pilar-pilar atau bagian-bagian yang
harus kita penuhi. di antaranya ialah dengan menegakkan amal ma'ruf nahi mungkar, amar ma'ruf yang berarti
memerintahkan agar seseorang berbuat baik, berbuat kebajikan, dan berbuat yang
di ridho'i oleh Allah SWT. Sedangkan nahi mungkar berarti melarang dan mencegah
seseorang untuk berbuat kejahatan maksiat atau berbuat sesuatu yang tidak di
ridhoi Allah.
Menegakkan
amar ma'ruf nahi mungkar ini sangat di anjurkan sekali di dalam agama islam.
Karena inti dari keselamatan seoarang insan itu ada dua, dan keduanya
terkandung dalam esensi ketakwaan, yaitu mengerjakan kebaikan yang jika
mengerjakannya akan membuat kita menuai pahala, dan apabila kita menjahui
larangan-Nya, kita akan mendapatkan siksaan baik didunia ini ataupun diakhirat
kelak. Semakin banyak seseorang yang
beramal ma'ruf nahi mungkar, maka agama islam syiarnya semakin bertambah. Begitu
pun sebaliknya di kalau kita sebagi muslim sudah enggan beramal ma'ruf nahi mungkar, maka jangan
harap syiar agama islam akan bertambah dan mencapai masa keemasannya, bahkan
yang terjadi agama islam akan suram karena terlalu banyak orang yang berbuat
maksiat.
Maka
sungguh sangat di sayangkan agama yang dulu terang dengan syiar-syiarnya, kini
menjadi suram karena banyaknya kaum muslim yang tidak menghiraukan dan
mengabaikan amar ma'ruf nahi mungkar, oleh sebab itu bagi setiap kaum muslimin
yang mukallaf, baik itu laki-laki maupun perempuan sudah wajib menegakkan amar
ma'ruf nahi mungkar, sebab itu hukumnya Fardho Kifayah.
Rosullullah SWT. Bersabda :
“Barang
siapa di antara kalian melihat kemungkaran maka hindaknya ia merubah dengan
tangannya bila ia tidak bisa mapu, maka hendaknya dengan lisanya, bila ia masih
belum mampu maka hendaknya dengan hatinya yang demikian itu adalah
selemah-lemahnya imam”.
Hadis
di atau sudah jelas bahwa dalam keadaan bagaimanapun dan sesulit apapun kita di
dalam menegakkan amar ma'ruf nahi mungkar, kita tida boleh menyerah dan
berputus asa, sehingga di jelaskan jikalau kemungkaran itu sudah berani
menantang. Sedangkan kita mampu membasminya dengan kekerasan, kekuatan tangan
dan lidah , akan tetapi di khawatirkan bila terjadi bahaya yang lebih besar
terhadap kaum muslimin maka cukup di dalam hati saja.
Rekan–rekan santri yang berbahagia.
Kita lihat dunia semakin maju dan perkembangan
teknologi yang banyak membuat manusia semakin mementingkan duniawi saja dari
pada akhiratnya, barang tentu semua ini
satu penyebab semakin banyaknya manusia membuat dosa dan semakin lupa
sama kewajibannya untuk menegakkan amal ma'ruf nahi mungkar sementara ia tidak
menyadari atau pura-pura tidak mengerti bahwa yang di lakukannya itu perbuatan
dosa.
Setelah
melihat keadaan yang seperti inilah, kewajiban kita untuk memeranginya sebagai
upaya memendung ke maksiatan agar tidak
menyebar ke daerah–daerah yang masih baik sebagaimana di tempat kita
pulau Mandangin tercinta ini, sungguh mulia pekerjaan ini bila kita sanggup
mengatasinya, akan tetapi bila kita diam saja setelah melihat keadaan yang
seperti ini muka kita tergolong orang yang berdosa besar, maka dari itu kalau
sudah banyak yang tidak mau beramal ma'ruf naki mungkar lagi, sudah pasti kejahatan
akan meraja lela, sehingga kita akan binasa di telan kejahatan.
Demikian pidato
yang dapat saya sampaikan kurang
lebihnya mohon maaf. Apabila terdapat kesalahan, karena pada hakekatnya manusia
di ciptakan dalam fitrah yang pada dirinya sudah ditetapkan sebagai makhluk
yang sering melakukan salah dan dosa, untuk itu saya mohon maaf
sebesar-besarnya apabila ada kesalahan, baik secara qauliyyah ataupun
fi’liyyah.
ثم السلام عليكم
ورحمة الله وبركاته