Sabtu, 27 September 2014

Sudah Saatnya Memasung Muslimah Seksi

Sudah Saatnya Memasung
Muslimah Seksi

Tak ada sejarah yang membolehkan muslim membuka auratnya apalagi hingga berkeliaran keluar rumah dengan memakai baju buka-bukaan. Sungguh merupakan sebuah tragedi yang luar biasa. Islam yang melarang keraas baik diluar atau didalam sholat dalam keadaan bagai manapun dan dalam kondisi apapun hal ini diutamkan karena untuk keamanan dari fitnah yang biasa saja timbul baik dikalangan masyarakat ataupun dari dalam diri sendiri.

Sebuah catatan yang menghebohkan selalu saja terjadi dalam pemerintahan ditengah temgah krisis ekonomi yang membelujak krisis moral juga tak kalah mengepak sepak terjang kemudi masyarakatbaik kalangan atas maupun bawah. Kiranya selalu makin marak saja terjadi berbagai macam pelecehan bahkan pemerkosaan yang akhirnya harus berakhir pada proses hukum. sampai kapan kata ini akan muncul setiap acara pemberitaan yang mencerminkan krisis moral Indonesia ?

Kita pernah mendengar sebuah kata tak ada asap jika tak ada bara api. Hal ini seakan menyisahkan sebuahg rentetan peristiwa, yang jika kita menarik benang merahnya, maka sebuah alas an akan terlihat, dan hal itu tak lantas bersimpul pada hal yang sepele. Sudah banyak berbagai macam kasus yang terjadi mempertontonkan sebuah kehebohan yang luar biasa. Namun mirisnya dikalangan masyarakat sendiri setelah hal sedemikian keruh berlalu seakan mereka semua( kita semua) lupa karena sudah terbiasa dihidangakan dengan sajian seperti ini, kalau kita tarik lagi lebih jauh hal ini tentu kita lebih akan melihat jelas akan kebodohan yang tetap kita pertahankan mati matian

Aurat kaum Adam dan juga kaum Hawa dalam berpenampilan baik didalam maupun diluar sholat memang tak ada nilai tawar yang bisa dibuat hukum bolehnya. Dalam berpenampilan seorang muslim dituntun untuk menutup aurat agar seseorang tersebut dapat menjaga diri dari hal hal yang tidak diinginkan untuk terjadi yang dalam kitab kuning disebut sebagai "fitnah" hal ini dimaksudkan sebagai pencegahan sekaligus sebagai salah satu sikap untuk menjaga selalu kehormatan diri

Dengan pakaian yang baik seorang muslim akan senantiasa terjaga kehormatannya baik dimata manusia maupun dihadapan Alloh SWT.

Dengan tujuan memberi rasa nyaman bagi diri sendiri juga bagi orang lain jadi tidak dibenarkan seorang muslim melepas penutup aurt dirinya walaupun ia sedang sendiri (kecuali untuk satu hajat ) apalagi sampai mempertontonkan kemolekan tubuhnya.

Sekarang ini dunia mode sedang tak henti hentinya mengeluarkan inovasi inovsi dengan mode terbaik seakan merongrong dunia agar menjadi sebuah lirikan yang nantinya akan mempunyai hamba tersendiri (naudzubillah) seperti halnya rok ukuran mini "you can see" rok mini plus yang yang tetap dan memiliki penggemar tersendiri seakan tak henti henti memberi sumbangan kekuatan bagi pemakainya untuk tetap pe-de. Dengan khas dan pernampilan mereka yang khususnya banyak diminati para kalangan pemudi muslim. Mereka seakan terdorong oleh kekuatan yang maha dahsyat, meirisnya mereka malah terlihat bangga dengan iming-iming teren mode masa kini’’ tak satu, seakan menutup teling akan kemudaratan yang akan ditimbulkan oleh rok mini atas paha tersebut.

Karena peminat lebih banyak dikalangan remaja rok ini tyerus membuat sensasi segar yang akan terus ikut serta melanggengkan sepak terjang rok ini dalam era modern ‘’kamu makin cantik dengan rok ini’’ hal ini sering dikisahkan dan malah jadi tontonan rutinitas remaja saat ini.

Karena remaja memang saat itu lebih tertarik akan hal hal yang baru, maka tak mengherankan bila remajalah yang merupakan korban utama dalam kasus ini.

            Berikut adalah sedikit ulasan mengapa Islam menganjurkan betapa pentingnya mrnutup aurat baik bagi kaum Adam dan Hawa :


1. Di masa lalu perempuan itu terdegradasi dan digunakan sebagai objek nafsu
Contoh berikut menggambarkan dari sejarah bahwa banyak kenyataan di jaman pra sejarah dulu menganggap perempuan hina dan tidak punya harkat martabat sebagai manusia.

a.Peradaban babylonia
Pada zaman ini perempuan itu direndahkan dan ditolak semua hak di bawah hukum babylonia. Jika seorang pria membunuh seorang wanita, bukan dia yang dihukum,justru istrinya yang dihukum mati

b.Peradaban Yunani
Peradaban Yunani dianggap sebagai yang paling mulia dari semua peradaban kuno. Di Peradaban ini, perempuan dicabut dari semua hak dan dipandang rendah. Dalam mitologi Yunani, seorang 'wanita imajiner' yang disebut 'Pandora' adalah akar penyebab kemalangan manusia. Orang Yunani menganggap wanita hanya setengah Manusia dan lebih rendah dari laki-laki. Meskipun kesucian perempuan itu berharga, dan perempuan diadakan di harga tinggi, orang-orang Yunani kemudian kewalahan oleh ego dan kelainan seksual. Prostitusi menjadi praktek biasa di antara semua lapisan masyarakat Yunani.
c.Peradaban Romawi
Ketika Peradaban Romawi sedang berada di puncak dari 'kemuliaan', seorang pria bahkan memiliki hak untuk mengambil nyawa istrinya. Prostitusi dan bertelanjang ria di umum(di antara orang-orang Romawi)sebagai hal biasa.
d.Peradaban Mesir
Mesir menganggap wanita jahat dan sebagai tanda dari setan.
e.Arab pra-Islam
Sebelum Islam menyebar di Arabi, orang Arab mepandang rendah perempuan dan sangat sering ketika seorang anak perempuan lahir, ia dikubur hidup-hidup.

2. Islam mengangkat perempuan dan memberi mereka kesetaraan dan mengharapkan mereka untuk mempertahankan status mereka.
Islam MENGangkat status perempuan dan memberi mereka hak-hak hanya mereka 1400 tahun yang lalu.

HIJAB UNTUK LAKI LAKI
Orang biasanya hanya membahas 'hijaab' dalam konteks perempuan. Namun, dalam Alquran, Allah (swt) pertama menyebutkan 'hijaab' untuk laki-laki sebelum 'hijaab' bagi perempuan. Alquran menyebutkan dalam Surah Nur([Al-Qur’an 24:30]
"Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat."

Pada saat seorang laki-laki memandang perempuan dan jika bernafsu datang ke benaknya, ia harus menundukkan pandangannya..

HIJAB UNTUK PEREMPUAN
Disurat An Nur selanjutnya diterangkan:[Al-Qur’an 24:31]
"Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung."

3. Hijaab termasuk perilaku berpakaian dan perilaku hijab antara orang lain.
'hijaab' yang Lengkap adalah, selain kriteria pakaian, juga mencakup enam bagian yaitu moral, perilaku, sikap dan niat dari individu. Seseorang hanya memenuhi kriteria 'hijaab' pakaian jika dia menamalkan 'hijaab' dalam pengertian yang terbatas. 'Hijaab' pakaian harus disertai oleh 'hijaab' dari mata, 'hijaab' dari hati, 'hijaab' berpikir dan 'hijaab' niat. Ini juga mencakup cara seseorang berjalan, cara orang berbicara, cara dia berperilaku adalah pengertian hijab sesungguhnya.

4. Hijaab mencegah gangguan.
Alasan mengapa Hijaab disyariatkan bagi perempuan adalah disebutkan dalam Al Qur'an dalam ayat berikut.Surah Al-Ahzab[Al-Qur’an 33:59]
"59.Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya[1232] ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. "

[1232]. Jilbab ialah sejenis baju kurung yang lapang yang dapat menutup kepala, muka dan dada.
Al-Qur'an mengatakan bahwa Hijaab dianjurkan untuk para wanita sehingga mereka diakui sebagai wanita sederhana dan ini juga akan mencegah mereka dari dianiaya.

5. Contoh Saudara kembar.
Misalkan dua saudara perempuan yang kembar, dan yang sama-sama Cantik, berjalan menyusuri jalan. Salah satunya menggunakan cara berpakaian dalam Islam yaitu hijaab tubuh lengkap tertutup, kecuali wajah dan tangan sampai pergelangan tangan. yang lain mengenakan pakaian barat, rok mini atau celana pendek. Di sudut jalan ada penjahat atau bajingan yang sedang menunggu untuk menangkap, untuk menggoda seorang gadis. Siapa yang akan dia goda? Gadis mengenakan Hijaab Islam atau gadis mengenakan rok mini? Tentu saja ia akan menggoda gadis mengenakan rok atau mini. yah Gaun seperti itu.

6. Hukuman mati bagi pemerkosa.
Dalam syariah Islam, seorang pria diberikan hukuman mati karena telah memperkosa seorang wanita, Banyak yang heran saat ini, 'keras dan kejam' itulah kata kata mereka. Beberapa bahkan mengatakan bahwa Islam adalah kejam,agama barbar ! Saya telah mengajukan pertanyaan sederhana kepada ratusan orang non-Muslim. Misalkan, Hukum mereka(Hukum Barat) jika seseorang memperkosa istri Anda, ibumu atau saudara perempuan Anda. Anda membuat hakim dan pemerkosa dibawa di depan Anda. Hukuman apa yang akan Anda berikan kepadanya? Semua dari mereka mengatakan mereka akan membunuhnya. Beberapa diantara mereka justru mengatakan mereka akan menyiksa dia sampai mati. Untuk mereka aku bertanya, jika seseorang perkosaan istrimu atau ibumu Anda ingin membuatnya mati. Tapi jika kejahatan yang sama berkomitmen pada istri orang lain atau putri Anda mengatakan hukuman mati adalah biadab. Mengapa harus ada standar ganda.

7. klaim Palsu masyarakat Barat yang telah mengangkat harkat perempuan.
Berbicara kebebasan Barat tentang perempuan hanyalah bentuk terselubung eksploitasi tubuhnya, degradasi jiwanya, dan perampasan kehormatan dirinya. Masyarakat Barat mengklaim telah 'mengangkat' perempuan.tapi justru Sebaliknya telah benar-benar merusak mereka ke status selir, gundik dan Wanita penghibur yang hanya alat di tangan para pencari kesenangan dan pasar seks , dan itu semua tersembunyi di balik layar warna-warni 'seni' dan 'budaya'..yang tempo hari melanda negeri kita..

8. Amerika Serikat memiliki salah satu tingkat tertinggi perkosaan
Amerika Serikat seharusnya menjadi salah satu negara yang paling maju di dunia dalam peradaan dan hukum.tapi Juga memiliki salah satu tingkat tertinggi pemerkosaan di negara manapun di dunia. Menurut sebuah laporan FBI, di tahun 1990, setiap hari rata-rata 1756 kasus perkosaan yang dilakukan di USA saja.bagaimana tahun sekarang itu tidak dsebutkan di amerka..mungkin hanya terjadi di tahun itu itu saja..
Pertimbangkan sebuah skenario di mana hijaab Islam diikuti di Amerika. Setiap kali seorang laki-laki memandang perempuan dan setiap kurang ajar atau pikiran tanpa malu-malu datang ke benaknya, ia menurunkan pandangannya. Setiap wanita memakai hijaab Islam, yaitu tubuh lengkap tertutup kecuali wajah dan tangan sampai pergelangan tangan. Setelah ini jika ada orang yang melakukan perkosaan dia diberikan hukuman mati. Saya meminta Anda, dalam skenario seperti ini, akan tingkat pemerkosaan di Amerika meningkat, itu akan tetap sama, atau akan itu menurun?tentu jawabannya sudah kita ketahui bersama..

9. Pelaksanaan Syariah Islam akan mengurangi tingkat perkosaan
Tentu saja segera setelah Syari'ah Islam dilaksanakan hasil positif akan terelakkan. Jika syariah Islam diterapkan dalam setiap bagian dari dunia, apakah itu Amerika atau Eropa, masyarakat akan bernapas lebih mudah. Hijaab tidak merendahkan seorang wanita tetapi faktanya seorang wanita dan melindungi dirinya kesopanan dan kesucian.


Perempuan dalam Islam sering menjadi sasaran serangan di media sekuler diBarat dan sampai ke tanah air kita. bahwa'hijaab' atau pakaian Islam dikutip oleh banyak orang sebagai sebuah contoh dari 'penundukan' perempuan di bawah hukum Islam. Sebelum kita menganalisis alasan di balik agama tentang 'hijaab', Semoga kita dapat membuka mata dan lebih memperbaiki apa yang lebih baik bagi kita dan kaum kita, Amin -

*Mkd Aan's, Disarikan dari beberapa sumber.

Selasa, 23 September 2014

Kisah Dua Doa Lelaki



 Kisah Doa Dua Lelaki
Sebuah kapal karam diterjang badai hebat. Hanya dua lelaki yang dapat menyelamatkan diri dan berenang ke pulau kecil yang gersang. Dua orang yang selamat itu tak tahu apa yang harus dilakukan kecuali berdoa.
Untuk mengetahui doa siapakah yang paling dikabulkan, mereka sepakat pergi ke daerah berbeda dan tinggal berjauhan.

Doa pertama, mereka memohon diturunkan makanan. Esok harinya, lelaki pertama melihat sebuah pohon penuh buah-buahan tumbuh di sisi tempat tinggalnya. Sedangkan di daerah tempat tinggal lelaki yang lainnya tetap kosong. Seminggu kemudian. Lelaki pertama merasa kesepian dan memutuskan berdoa agar diberikan isteri, keesokan harinya, ada kapal karam dan satu-satunya penumpang yang selamat adalah seorang wanita yang terdampar di sisi pulau tepat lelaki pertama tinggal. Sedangkan di sisi tempat tinggal lelaki ke dua tetap saja tidak ada apa-apa.
Segera saja, lelaki pertama ini berdoa memohon rumah, pakaian dan makanan. Keesokan harinya, seperti keajaiban, semua yang diminta hadir untuknya. Sedangkan lelaki yang kedua tetap saja tidak mendapatkan apa-apa.
Akhirnya, lelaki pertama ini berdoa meminta kapal agar ia dan isterinya dapat meninggalkan pulau itu.
Pada siang hari mereka menemui kapal tertambat di sisi pantainya. Segera saja lelaki pertama dan isterinya naik ke atas kapal dan siap-siap berlayar meninggalkan pulau itu. Ia pun memutuskan meninggalkan lelaki kedua yang tinggal di sisi lain pulau. Menurutnya lelaki kedua itu tidak pantas menerima keajaiban tersebut karena doa-doanya tak pernah terkabulkan.

Ketika kapal siap berangkat, lelaki pertama mendengar suara dari langit, “Hai. Mengapa engkau meninggalkan rekanmu yang ada di sisi lain pulau ini?”
“Doa temanku itu tak satupun dikabulkan. Maka ia tak pantas mendapatkan apa-apa,”
“Kau salah!” suara itu bertempik.
“Tahukah kau bahwa rakanmu itu hanya memiliki satu doa. Dan semua doanya terkabulkan. Bila tidak, maka kau takkan mendapatkan apa-apa.”
Lelaki pertama bertanya, “Doa macam apa yang dia panjatkan sehingga aku harus berhutang atas semua ini padanya?”
“Dia berdoa agar semua doamu dikabulkan”
Kesombongan macam apakah yang membuat kita merasa lebih baik dari yang lain? Banyak orang yang telah mengorbankan segalanya demi kebahagiaan kita. Tak selayaknya kita mengabaikan peranan orang lain, dan janganlah menilai sesuatu hanya dari “yang terlihat” saja.

Semoga kita bisa mengambil pelajarannya ya Sob -

Menebas Habis Budaya Pacaran


MENEBAS HABIS

BUDAYA PACARAAN

 ‘’Katakan !! Apa bila aku telah meninggal. tak boleh ada yang menyentuh jenazahku kecuali suamiku , Ali Karomahullohu Wajhah’’


Siapa yang tidak mau mempunya istri sholeha seperti hal nya istri-istri rosuluulloh SAW atau sebagaimana halnya fatimah Az- Zahra istri sayyidina Ali karomahullohu wajahah. Realitanya, Semua lelaki didunia pasti menginginkan pendamping yang sedemikian, yang mampu membuat kehidupan rumah tangga yang dibinanya jadi tenang, yang mampu menghangatkan suasana ketika terasa dingin, yang mampu mendinginkan suasana hati saat terasa mendadak panas, yang senyumannya mampu menciptakan energi baru dalam peredaran darah sang suami. Tak mungkin tidak, prespektif nyatanya memang seperti demikian. Hal ini menimbulkan banyak wacana yang berkembang dalam setiap sifat dan kontraksi masyarakat akan butuhnya pendamping yang demikian diidamkan, terutama untuk kelangsungan hidup yang terbaik.

Anehnya, perkembangan yang ada, justru membuat masyarakat mengklaim pacaran adalah solusi yang sangat tepat untuk menanamkan keinginan terpenuhinya siklus kehidupan dalam rumah tangga yang baik tersebut, mereka juga mendalilkan mitos-mitos yang tak jelas sebagai kiat yang jitu untuk menyeleksi calon pendamping yang didamba. Apalagi kini telah dimunculkan paham ditengah masyarakat yang mengenal pacaran dengan kemasan yang lebih tepat, rapi, dan terlihat menghalalkan. Mereka menyebutkan dengan ‘’Pacaran Ala Islami’’

Tak ada kamus Islam manapun yang kembolehkan hubungan tanpa adanya ikatan yang jelas (lain halnya dengan mukhrim) antara makhuk Alloh yang berkelamin laki-laki dan yang perempuan  saling pandang. Apalagi berhubungan satu sama lain. Sebagaimana halnya pacaran dalam kemudi masyarakat saat ini. Sangat berubah dari bentuk dasar Islam yang menyebutkan  larangan keras akan hal ini, yang dapat menimbulkan zina, firtnah dan sebagainya. Dan hal ini sudah sangat jelas disebutkan dalam al Qur’an.

Sesuai dengan keadaan masyarakat. Saat ini sulit mencari wanita yang di usia pubertasnya tidak memiliki pasangan alias pacar. Karena didesak oleh khayalan mendapatkan pendamping yang semu jika tanpa melakukan proses pacaran. Layaknya membeli buah dalam karung tanpa kita tahu bagai mana rasa dan keadaanya. Manis atau kecut yang terdapat didalamnya. Hal ini lah yang kemudian menjadi asumsi yang membuat masyarakat beranggapan pacaran lebih baik  dari pada menikah tanpa tahu jelas wanita yang akan dinikahinya. Hingga realita yang terjadi demikian.

Terkhusus pada kaum hawa, masa Jahiliyyah, dimana wanita adalah aib bagi keluarga, keluarga yang melahirkannya segera menguburkannya hidup-hidup karena takut malu. Seorang isteri jadi warisan anak-anaknya sepeninggal sang ayah; mau dijadikan isteri atau dibuang saja. Wanita hanyalah sebagai pelepas dahaga seksualitas laki-laki saja.

Namun setelah Islam datang, wanita demikian dimuliakan dan disanjung, ia dijadikan tempat berbakti utama bahkan di atas sang ayah, ia dijadikan nama surat dalam al-Qur'an, ia bisa menjadi tiket masuk surga bilamana sang ayah berhasil mendidiknya dengan baik dan banyak lagi.

Namun, setelah pengangkatan dan penghormatan yang tidak pernah diberikan oleh agama manapun, nampaknya wanita-wanita muslimah sudah lupa diri, tidak mau mensyukuri nikmat yang diberikan Allah tersebut. Mereka nampaknya ingin kembali ke dunia hina seperti dulu masa Jahiliyyah, na'udzubillah...Terus kemana ya kita harus mencari wanita seperti itu, apa lagi islam melarang kita berpacaran, karena nampaknya, kaum muslimah terjangkit budaya impor barat dan hampir tidak memiliki jati diri lagi. Sangat disayangkan sekali, sebab betapa Islam begitu menjaga kehormatan wanita. Hingga menimbulkan image cari istri yang sholehah bagai memungut asap api yang sudah lama padam. Sebagaiman kalau dilihat pergaulan wanita kita sekarang ini yang sangat jauh dari prilaku orang beragama. Wanita dieksploitasi sedemikian rupa untuk kepentingan-kepentingan sesaat dan pelampiasan hawa nafsu dan materialistik belaka. Bukan Mungkin lagi, inilah Misi musuh-musuh Islam untuk menyeret umat ini ke jurang kehancuran tidak pernah berhenti dan salah satu sasaran pentingnya adalah para remaja muslimah sebab merekalah nantinya yang akan menjadi ibu-ibu rumah tangga dan pendidik bagi generasi Islam selanjutnya. Bilamana mereka ini berhasil diorbitkan sesuai selera mereka, maka tidak mustahil Islam di negeri ini hanya tinggal nama saja.

Kondisi ini tentunya tidak datang begitu saja, ada proses di balik itu sebab tidak mungkin ada api kalau tidak ada asapnya. Kalau sepuluh tahun lalu, misalnya, musuh-musuh Islam melakukan proyek-proyek pengrusakan (dekonstruktif) secara diam-diam dan bergerilya, maka sekarang ini mereka tidak lagi demikian. Berbagai media mereka kuasai untuk menghancurkan moral generasi muda kita, termasuklah dengan menseponsori hal-hal yang berbau 'cinta' 'asmara' 'pacaran' dan semisalnya, mulai dari tayangan di televisi, radio ataupun koran-koran. Tanpa disadari, akibat pondasi 'aqidah remaja kita yang amat lemah dan kurangnya bimbingan agama oleh para orangtua mereka, mereka hanyut dengan permainan musuh-musuh Islam tersebut. Maka, cinta dan pacaran sudah tidak menjadi tabu lagi bahkan yang tabu adalah bila ada cewek atau cowok yang tidak suka pacaran dan tidak kenal cinta. Mereka bilang ‘’mereka’’ yang sudah tersesat dizaman modern.

Cinta dan  Pacaran; itulah kata yang lebih berkembang dan dikenal oleh para remaja kita sekarang. Dari pada kata-kata yang menjadi bagian dari ajaran agama mereka. Dua kata tersebut seakan sudah menjadi sarapan mereka di sekolah-sekolah melebihi mata pelajaran yang seyogyanya mereka timba. Sembraut pacaranpun akhirnya mencuat dan tidak dapat di hindarkan karena sudah melekat pada diri setiap individu. Bila mana kita melihat akan moral yang lebih besar islam tuangkan sebagai penghormatan bagi kaum muslimah atau pun muslim remaja, hingga, tentulah dapat disadari ‘’pacaran’’ bukanlah ajang untuk menemukan pasangan yang ideal menurut segala kreteria apalagi sholeh ataupun sholeha. Sebab kata pacaran lebih mengena pada nafsu yang memuncak dan memotori gerak liku yang tak benar, hingga tak paduli lagi aspek lain-lain apalagi untuk kemaslahatan dan kebaikan yang telah dijadikan patokan utama, ‘’yaitu untuk mendapatkan pendamping ideal’’

Dalam kajian ini, Ternyata, benar apa yang dikhawatirkan oleh Rasulullah terhadap umat ini, yaitu bencana yang namanya 'wanita.' Beliau menyatakan bahwa tiada bencanan yang beliau tinggalkan lebih dahsyat daripada fitnah wanita. Dan, setelah sekian hampir 15 abad, apa yang beliau khawatirkan itu sudah menjadi kenyataan. Tak heran, bilamana kata 'Az-Zaaniyah' (wanita pezina) didahulukan penyebutannya atas kata 'Az-Zaani' (laki-laki pezina), karena pada asalnya, sumbernya adalah wanita sekalipun laki-laki juga punya peran. Sebab, andaikata wanita mau mena'ati ajaran agamanya dengan berdiam di rumah dan tidak keluar kecuali untuk hal-hal yang memang diperlukan dan tidak dapat harus dilakukannya; tentu akan lain ceritanya. Wanita-wanita akan begitu terhormat di masyarakat bukan lagi sebagai pajangan murahan yang berseliweran di sana-sini; pabrik-pabrik, otomotif, jamu, modeling, resepsionis, kantor-kantor tingkat tinggi.

Sudah sangat jelas. Jalan yang dilalui alur ril pacaran memangklah semu, selain membunuh nilai kehormatan baik muslim ataupun muslimah, tujuannya memang juga tak jelas dan menyimpang, sekalipun banyak yang memanfaatkannya sebagai pilah-pilih jodoh yang baik, dan itu semua mustahil.

Munafik memang, Sebagai contoh, dalam istilah pacaran, remaja yang mencari calon pacar, pastilah ia menginginkan seseorang yang mampu memuaskan semua hasrat seksualnya semata tanpa ada keinginan untuk beranjak kejenjang yang lebih serius, adapun apabila hal itu terjadi, itu hanyalah keinginan nafsu semata. Lainhalnya dengan apabila ia menginginkan seorang untuk dijadikan pasangan hidup, ia pasti akan memilih dengan berbagai selekasi yang amat ketak akan keseluruhan pendamping yang akan ia nikahi. Baik dari segi bibit, bebet dan bobotnya.  Kalau sudah begini sebenarnya apa untungnya hal itu bagi wanita? Dan apa untuk laki-laki ? yang kiranya laki-laki lebih condong sebagai konsumen. Apakah laki-laki diuntungkan? Tentu, hitungan untung rugi tidak dapat kita takar dengan enak atau tidak enak, tetapi takaran untuk hal ini adalah dosa dan semua yang terlibat dalam pacaran adalah mendapatkan jatah dosa. Sebagaimana Islam mengharamkannya dengan titik yang tak ada habisnya.

Sebagai hal yang paling jitu menghindar dari asumsi yang tak jelas adalah jalan terbaik. Memasung diri sendiri dengan iman dari pacaran adalah hal terbaik, sebab menjaga diri dan kehormatan diri lebih baik dilihat dari segi manapun. Adapun menahan hasrat tersebut saat timbul tentu dapat diaklahkan dengan banyak berdzikir dan dan banyak meredam nafsu dengan memperbanyak puasa dan menahan diri dari hasrat yang tak jelas yang memungkinkan terjadinya keinginan-keinginan yang tidak baik. Sebab budaya pacaran, budaya barat yang bertujuan untuk menyesatkan dan menjerumuskan bukan bertujuan untuk mengamankan dan menyamankan. 

 Dalam Al- Qur‘an disebutkan :

‘’Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.’’ An Nur 31